OTT Pelayanan Rapid Test Kab. Jayawijaya, Satgas Saber Pungli Papua Sita Uang Tunai Rp 15 Juta

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Satgas Saber Pungli Provinsi Papua melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pelayanan Rapid Test perwakilan Kabupaten Jayawijaya di bandara sentani yang di pimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Kombes Pol Alfred Papare, Rabu 21 Oktober kemarin.

OTT dilakukan setelah Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Papua mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang tarif Rapid Test yang terlalu tinggi di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya.

Tim yang tiba di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya langsung melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap para petugas yang melayani penumpang tujuan Kabupaten Jayawijaya yang mana diwajibkan melakukan tes Rapid dengan membayar biaya sebesar Rp. 250.000

Dalam kegiatan tersebut, tim mengamankan 4 orang masing-masing HP (46), Y (35), ERS (29) dan RL (33), bersama barang bukti Uang sebanyak Rp 15.900.000 ke Mapolda untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, OTT dilakukan berdasarkan aturan pemerintah dalam masa Pandemi Covid-19 terutama Surat Edaran Kemenkes RI Nomor 2875 tahun 2020 tentang batasan tarif tertinggi Rapid test. 

‘’Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Dalam Surat Edaran tersebut menyebutkan Rp. 150.000 sebagai tarif tertinggi dan berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Tes Antibodi atas permintaan sendiri. Namun praktek yang dilakukan oleh para petugas yakni memungut tarif sebesar Rp. 250.000 per orang,’’ Kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw ketika di wawancarai sejumlah wartawan di Mapolda Papua, kamis 22 Oktober 2020 siang.

‘’Untuk kasus ini, Penyidik menerapkan Pasal 12 E Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman paling singkat empat Tahun Penjara dan maksimal seumur hidup,’’ Tambah Kapolda.

Lanjut Kapolda, ke empat petugas telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dilakukan klarifikasi pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 pukul 18.30 WIT. Selanjutnya ke empat petugas tersebut akan di panggil kembali untuk diperiksa sebagai saksi. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *