Tokoh Adat Tabi Sesalkan Kekerasan, Ajak Jaga Papua Tetap Damai

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Tokoh masyarakat Adat Tabi, Andreas Taurui, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dua pilot dan sejumlah pekerja dalam insiden kekerasan yang terjadi di Papua.

“Sebagai masyarakat adat, kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Dalam ajaran firman Tuhan jelas dikatakan jangan membunuh. Tidak ada satu pun yang dibenarkan untuk mengambil nyawa manusia,” ujarnya.

Menurut dia, peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat Papua. Dampak dari insiden itu, kata dia, turut memengaruhi pelayanan kemanusiaan, termasuk adanya sejumlah puskesmas dan fasilitas kesehatan di beberapa kabupaten yang terpaksa tutup akibat situasi keamanan.

“Kondisi ini membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil yang membutuhkan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan,” katanya.

Sebagai perwakilan masyarakat adat di Tanah Papua, ia bersama tokoh-tokoh adat lainnya mengimbau agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas demi kepentingan masyarakat luas.

Andreas Taurui juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Damai Cartenz yang dinilai terus menjalankan tugas secara terukur di sejumlah daerah konflik guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, pola pendekatan yang dekat dengan masyarakat serta langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan aparat diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi warga di wilayah-wilayah terdampak konflik.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak pihak-pihak yang berseberangan untuk menempuh perjuangan melalui jalan kebenaran tanpa mengorbankan nyawa manusia.

“Perjuangan harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak seorang pun berhak mengambil nyawa manusia kecuali Tuhan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Tanah Papua agar tetap damai, sejahtera, dan berada dalam lindungan Tuhan.

“Marilah kita jaga Papua ini agar tetap menjadi tanah yang damai dan sejahtera. Biarlah Tuhan yang berperkara bagi kita semua,” kata Andreas Taurui. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *