YAHUKIMO-NUSANTARAPOST.ID-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Yahukimo ke-23 yang dirangkaikan dengan perayaan Natal bersama menjadi momentum bagi Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, untuk mengajak seluruh masyarakat merenungkan dan menghargai perjuangan serta kemajuan yang telah dicapai daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Didimus Yahuli menekankan bahwa apapun latar belakang dan jabatannya, persatuan adalah kunci kemajuan.
“Apapun jabatan politik, apapun jabatan pemuda, apapun jabatan kelembagaan, itu semua kalau kita masih gabung tidak bisa. Tapi berkat pemekaran, berkat Kabupaten Yahukimo, kita bisa hidup dan kita bisa menikmati berkat-berkat Tuhan,” ujarnya.
Bupati Yahuli mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan memelihara kabupaten ini seperti merawat anggota keluarga sendiri, demi masa depan generasi penerus.
“Kita harus mengucap syukur untuk kabupaten ini dan menjaga, merawat kabupaten ini seperti anak kita sendiri, keluarga kita sendiri,” tegas Bupati Yahuli.
Ia juga menyentil pihak yang memberontak atau tidak mencintai daerah ini, menyebut mereka tidak mengetahui sejarah dan perjuangan.
“Mari kita jaga kabupaten ini seperti anak kita, kalau ada tai mata kita yang bersihkan, kalau ada ingus kita yang lap,” katanya, menambahkan bahwa dengan demikian anak cucu akan diberkati di masa yang akan datang.
Bupati Didimus Yahuli juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam memajukan Yahukimo melalui program-program unggulan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menyebut, salah satu fokus utama adalah memutus siklus kebodohan dan masalah sosial.
Program “Guru Yahukimo Cerdas” dicanangkan untuk mengatasi persoalan mendasar di mana banyak lulusan kesulitan bersaing karena perbedaan kurikulum.
• Program ini bertujuan untuk “memotong mata rantai” kebodohan agar orang Yahukimo menjadi cerdas dan pintar.
• Pemerintah fokus memberdayakan lulusan Sarjana S1 dari Lulusan Sekolah Keguruan dan Ilmu Pendidikan (SKIP) serta orang sipil untuk mengajar di 36 distrik dengan kesungguhan.
• Bupati Yahuli berharap pada tahun 2026, anak-anak Yahukimo akan menerima pelajaran yang baik.
Di sektor kesehatan, Didimus Yahuli mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun 12 Puskesmas dan menyisakan 8 Puskesmas lagi yang akan dibangun dari total 51 distrik.
Bupati Yahuli tidak menampik adanya tantangan, termasuk serangan iblis yang menyebabkan kekacauan, merujuk pada peristiwa Anggruk, namun ia menegaskan pemerintah daerah tidak menyerah.
Bupati juga menyampaikan keprihatinan mendalam yang disuarakan oleh tokoh agama di daerah tersebut mengenai kurangnya tenaga pendidik. “Saya di beberapa tempat, mereka sampaikan: ‘Kami lapar guru!'” tuturnya.
Menutup sambutannya, Bupati Yahuli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat yang sedikit yang dimiliki daerah, melayani dengan baik, dan mengobati segala kekurangan agar identitas masyarakat, terutama orang Papua, tidak hilang.
“Kita harus bangga ada di tanah dan negeri ini. Tapi tidak boleh kita membiarkan orang bertumbuh dalam kebodohan, orang bertumbuh dalam buta huruf, orang bertumbuh dalam ketidakmampuan,” tutupnya, seraya berharap di tahun 2026, Tuhan memberkati Yahukimo. (Redaksi)







