Fokus pada Penguatan Institusi dan Finansial, Owen Rahadiyan Lepas Jabatan Manajer Persipura

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Menghadapi tantangan industri sepak bola modern, Persipura Jayapura melakukan penataan strategis di lini manajemen. Owen Rahadiyan secara resmi mengumumkan bahwa dirinya melepaskan jabatan sebagai Manajer Tim (Team Manager) Mutiara Hitam demi fokus pada pengembangan klub dalam jangka panjang. Langkah ini diambil setelah fondasi awal organisasi dinilai telah terbentuk dengan kuat sepanjang musim lalu.

“Selama satu musim terakhir, saya dengan sengaja turun langsung menjalankan peran sebagai Manajer Persipura Jayapura. Keputusan tersebut saya ambil karena pada saat itu Persipura membutuhkan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan untuk membangun kembali fondasi tim, membentuk organisasi, serta memastikan seluruh proses transformasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Owen dalam keterangan resminya, Selasa (14/7).

Owen meyakini bahwa fase krusial tersebut kini telah berhasil dilalui dengan baik. Menurutnya, fondasi organisasi dan operasional tim sudah terbentuk, sehingga Persipura siap melangkah ke tahap berikutnya yang lebih kompleks.

Lebih lanjut, Owen memaparkan bahwa tantangan sebuah klub sepak bola profesional saat ini tidak lagi hanya terbatas pada performa di atas lapangan hijau. Keberhasilan sebuah klub modern sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek manajerial yang komprehensif.

“Keberhasilan sebuah klub saat ini ditentukan oleh banyak aspek, mulai dari keberlanjutan finansial, pengembangan bisnis, tata kelola organisasi, akademi, infrastruktur, hubungan dengan sponsor dan suporter, hingga kemampuan membangun institusi yang kuat untuk jangka panjang,” jelas Owen.

Oleh karena itu, mulai musim kompetisi ini, Owen akan kembali mengemban fungsi strategisnya sebagai Direktur Utama (President Director) PT Nusantara Cenderawasih Karsa (NCK), yang bertindak sebagai operator Persipura Jayapura berdasarkan perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

Dengan perubahan peran ini, Owen menegaskan bahwa fokus utamanya tidak lagi berada pada operasional harian tim utama. Ia akan bergerak di level atas untuk memastikan stabilitas klub.

“Fokus saya ke depan adalah memastikan Persipura terus bertumbuh sebagai klub yang sehat secara finansial, profesional dalam pengelolaan, kuat secara komersial, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Seiring dengan mundurnya Owen dari posisi Manajer Tim, fungsi operasional sepak bola untuk sementara waktu akan dikoordinasikan langsung oleh Director of Football. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aspek teknis dan operasional tim utama tetap berjalan secara optimal selama masa transisi. Sementara itu, posisi Manajer Tim yang baru akan diisi setelah klub menemukan figur yang dinilai paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Owen menolak anggapan bahwa keputusannya kembali ke jajaran direksi merupakan sebuah langkah mundur. Sebaliknya, ia melihat ini sebagai strategi krusial demi kontribusi yang lebih masif untuk masa depan klub kebanggaan masyarakat Papua ini.

“Bagi saya, ini bukanlah langkah mundur, melainkan langkah yang diperlukan agar saya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masa depan Persipura. Tanggung jawab saya terhadap klub tidak berkurang—justru semakin besar,” ungkap Owen.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan visi besar manajemen baru Persipura. “Kini fokus saya adalah memastikan Persipura tidak hanya mampu berprestasi di lapangan, tetapi juga menjadi institusi sepak bola yang kuat, modern, dan berkelanjutan untuk generasi-generasi mendatang,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *