Atasi Stunting dan Kemiskinan, Pemprov Papua Tengah Meluncurkan Program BANGKIT

NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa resmi membuka kegiatan BANGKIT (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) Papua Tengah di Aula Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (21/7). 

Kegiatan bertema Bangkit Bersama Mewujudkan Papua Tengah yang Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera itu dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi, Forkopimda, TNI-Polri, serta mitra pembangunan. Program BANGKIT diluncurkan sebagai strategi percepatan penanganan stunting, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor yang telah masuk dalam RPJMD Papua Tengah. “Pembangunan daerah harus berbasis angka dan data yang akurat agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran,” kata Meki Nawipa.

Menurut Meki, program tersebut lahir sebagai respons terhadap tantangan pembangunan di Papua Tengah, di antaranya angka stunting yang mencapai 32,5 persen dan kemiskinan sebesar 28,9 persen. Namun, ia menegaskan seluruh data harus diverifikasi agar menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat. Tahun ini, BANGKIT mulai diterapkan di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya, kemudian diperluas menjadi delapan kabupaten pada tahun depan. Pemerintah juga meningkatkan bantuan menjadi Rp350 ribu per bulan, menjangkau 1.000 anak, membiayai 550 mahasiswa, membantu 58.920 pelajar, serta memperluas jaminan kesehatan melalui Kartu Papua Sehat. “Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan seluruh mitra pembangunan,” ujarnya.

Gubernur juga meminta seluruh pemerintah kabupaten membentuk Sekretariat Bersama guna memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan hingga ke wilayah pedalaman. Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berencana menyalurkan bantuan material bangunan untuk mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Meki berharap BANGKIT menjadi fondasi lahirnya generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan mandiri. Ia menutup kegiatan dengan doa agar seluruh ikhtiar pembangunan mendapat penyertaan Tuhan serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua Tengah. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *