DEKAI-NUSANTARAPOST.ID-Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli berkomitmen untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal ini disampaikan Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Yahukimo, Suhayatno, SH, M.Si pada kegiatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Mini Lokakarya Penurunan Stunting Kabupaten Yahukimo Tahun 2025, yang berlangsung di Dekai, Jumat 24/10.
Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD, para kepala distrik dan kepala puskesmas se-Kabupaten Yahukimo, serta perwakilan lembaga masyarakat ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat sinergi dalam percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.
Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I, Suhayatno, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli menyampaikan bahwa masalah stunting merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Stunting tidak hanya menyangkut gangguan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan,” ujar Didimus Yahuli melalui sambutan tertulisnya.
“Oleh karena itu, upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, lembaga, serta masyarakat,” lanjutnya.
Bupati Didimus menegaskan, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Ia menjelaskan sejumlah langkah strategis yang telah dan akan terus dilakukan pemerintah daerah, di antaranya, Penguatan fungsi TPPS di semua tingkatan, mulai dari kabupaten, distrik, hingga kampung, Peningkatan koordinasi lintas sektor dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kegiatan intervensi, Penyediaan layanan dasar seperti air bersih, sanitasi layak, serta akses pangan bergizi, dan Peningkatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan di tingkat lapangan, serta Pendekatan keluarga dan masyarakat melalui edukasi gizi, pola asuh, dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Komitmen dan kerja nyata di lapangan merupakan kunci utama keberhasilan program ini. Karena itu, saya mengharapkan seluruh kepala distrik, kepala kampung, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dapat bekerja aktif melakukan pendataan, edukasi, dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Yahukimo juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi perempuan seperti PKK dan GOW untuk mengambil peran aktif dalam kampanye penurunan stunting. Ia menilai, peran moral dan sosial dari tokoh-tokoh lokal sangat berpengaruh dalam mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak.
“Mari kita jadikan kegiatan rapat koordinasi dan mini lokakarya ini sebagai momentum memperkuat sinergi, menyatukan komitmen, dan mempercepat langkah nyata di lapangan,” ujar Didimus.
Ia menambahkan, dengan semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian yang tulus, cita-cita “Yahukimo Bebas Stunting” dapat terwujud.
“Anak-anak Yahukimo adalah generasi penerus daerah ini. Mereka berhak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kita semua bertanggung jawab memastikan mereka mendapat masa depan yang lebih baik,” kata dia.
“Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa menuntun dan memberkati setiap langkah kita dalam membangun Kabupaten Yahukimo tercinta,” tutup sambutan Bupati Yahukimo.
Diakhir pembacaan sambutannya, Asisten I Setda Yahukimo, Suhayatno juga menyerahkan bantuan sembako dari Program Orang Tua Asuh kepada enam perwakilan keluarga yang hadir. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah dan masyarakat. (Redaksi)







