Willem Wandik: Secara Nasional APBD 2020 Terpotong 35 Persen Dampak Covid-19

BERITA UTAMA650 Dilihat

ILAGA-NUSANTARAPOST.ID-Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE,M.Si, mengakui dampak dari pendemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, maka transfer dana dari pusat mengalami pemotongan sebesar 35 persen, bukan saja di Kabupaten Puncak Papua, namun terjadi secara nasional, ini tentunya berpengaruh terhadap penerimaan APBD Puncak Papua, baik DAK, DAU, sehingga sejumlah kegiatan terpaksa dibatalkan. Demikian hal  tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak Papua saat sidang rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Puncak Papua, masa sidang petama tahun anggaran 2020, di ruang sidang DPRD Kabupaten Puncak, Selasa, 29 september 2020.

Setelah melakukan pembahasan hampir tiga hari, akhirnya sidang tersebut ditutup, Jumat, 2 oktober kemarin, dipimpin oleh Wakil Ketua Manasse Wandik, dihadiri oleh Wakil Bupati Puncak Papua Pelinus Balinal.

“jangankan Kabupaten Puncak, Jakarta saja terpotong APBD sampai tinggal 47 persen, karena pajak tidak jalan, apalagi kita di Puncak yang hanya berharap ke Jakarta, jadi Dampak dari covid akhirnya APBD kita juga terpotong 35 persen, sehingga terjadi pergeseran-pergeseran di pos anggaran harus disesuaikan, ini bukan kita di Kabupaten Puncak Papua saja, namun seluruh nasional, terpaksa beberapa kegiatan kita batalkan untuk memenuhi pemotongan 35 persen tersebut,”ungkap Bupati.

“Sehingga banyak kegiatan yang kita sudah masukan saat pembasahan sidang APBD Induk 2020 pada Bulan november 2019 lalu, terpaksa tidak jalan, terutama kegiatan-kegiatan fisik yang kita anggap tidak terlalu penting kita mengambil inisiatif untuk dihilangkan,”Tambahnya.

Sementara itu wakil Ketua DPRD Puncak Menase Wandik menambahkan bahwa DPRD pada prinsipnya mendukung langkah dari pemerintah Kabupaten Puncak Papua, terutama untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Puncak, terutama membatasi ruang gerak dari masyarakat ke Ilaga, guna mencegah covid masuk ke ilaga, serta program pembangunan di Kabupaten Puncak, terutama pembangunan fisik, meski dirinya akui ditahun 2020 ini terjadi pemotongan 35 persen APBD Puncak.

“Kita berharap  agar pembangunan dalam kota perlu ditingkatkan, jalan diaspal, sehingga wajah kota ilaga terlihat,”Katanya. (DISKOMINFO PUNCAK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *