Semua Elemen Masyarakat Sepakat Tolak Kekerasan di Puncak

BERITA UTAMA561 Dilihat

ILAGA-NUSANTARAPOST.ID-Semua elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perempuan, kepala suku, kepala kampUng, semua sepakat untuk menolak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia, yang akhir-akhir ini  terjadi di Kabupaten Puncak, karena mereka menilai kekerasan merupakan aksi yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan, apalagi dilakukan terhadap guru dan anak sekolah generasi penerus kabupaten Puncak,hal tersebut, terungkap saat pertemuan antara pemerintah Kabupaten Puncak, TNI/Polri, tokoh agama, masyarakat, suku, pemuda dan perempuan, ASN, melakukan pertemuan, yang dipimpin oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si, di aula Negelar, Ilaga, Selasa, 20 april.

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Kapolres Puncak Kompol I nyoman Punia,S,Sos dan juga Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi irwansyah, juga wakil Bupati Pelinus Balinal serta ketua DPRD Puncak Lukius Newegalen,S,IP.

Ya, situasi di Kabupaten Puncak, beberapa hari terakhir ini, pasca penembakan pelajar SMAN 1 Ilaga, memang berangsur-angsur sudah kondusif, ini terlihat dengan aktfitas ojek sudah mulai mengangkut penumpang, bongkar muat barang dibandara aminggaru,t ermasuk aktivitas di pasar Ilaga, juga sudah ramai. apalagi Bupati Puncak Willem Wandik sendiri, sejak senin sudah melakukan pantauan langsung dengan jalan kaki didalam ibu Kota Ilaga, didampingi oleh tim gabungan TNI-POLRI, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, agar tidak takut dalam beraktivitas.

Terkait dengan pertemuan diatas, dimana Dalam pertemuan tersebut, dari semua masukan dan saran, semua menginginkan untuk adanya kedamaian di Kabupaten Puncak, semua sepakat agar kondisi  segera normal kembali, dan mereka mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan KSB, terutama pembunuhan terhadap guru dan anak sekolah, yang merupakan anak asli Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si,usai pertemuan menjelaskan tujuan digelarnya pertemuan ini, guna menerima masukan atau saran, terkait dengan kondisi terakhir di Kabupaten Puncak,akhir-akhir ini, pasalnya peristiswa penembakan guru dan anak sekolah, dan pembakaran gedung sekolah merupakan peristiwa yang baru terjadi di Kabupaten Puncak, tidak seperti peristiwa selama ini, penembakan guru dan anak sekolah merupakan peristiwa yang melanggar hak asasi manusia (HAM), sesuai dengan konvensii Jenewa, Swiss, tentang hak asasi manusia.

“Kita duduk bersama, saling diskusi, menyamakan persepsi, bahwa persoaan yang terjadi akhir-akhir ini, adalah peristiwa yang tidak manusiawi, karena dimulai dengan pembunuhan guru, pelajar, sekolah dibakar, dalam konteks UU ham Jenewa, maka ini bisa disebut pelanggaran ham, dan dari diskusi ini, semua sepakat untuk menolak kekerasan,”ungkapnya.

Lanjut Bupati,hal Yang kedua,dimana pertemuan ini,guna memberikan informasi kepada masyarakat,bahwa pergeseran pasukan TNI-POLRI di Ilaga dan Beoga,bukan untuk membuat masyarakat takut,namun  lebih untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,agar mereka bebas beraktfitas.

“isu-isu yang beredar orang-orang ada yang masuk sebagai mata-mata untuk TNII-POLRI,alu mereka dibunuh,ini cara-cara yang tidak manusiawi,maka ke depan jangan gunakan cara kekerasan,saya kutuk itu,kalau ada yang dicurigai,lapor ke saya,biar saya yang urus,jangan dengan cara-cara kekerasan,”tegasnya.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat,untuk bersama-sama menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Puncak,sebab Keamanan bukan saja tangungjawab Pemda,TNI/Polri saja,sebab keamanan atau damai itu,merupakan tangungjawab semua pihak.

Sementara itu,sangat disiunggung soal kondisi terakhir di Distrik Beoga,Bupati mengatakan kondisi di Distrik Beoga sudah berangsur-ansur mulai aman, meski dirinya akui ada masih ada trouma di masyarakat,baik masyarakiat mendatang maupun masyarakat asli,terutama tenaga guru dan tenaga kesehatan,sehingga untuk sementara kegiatan pemerintahan,maupun belajar-mengajar,pelayanan kesehatan belum berlangsung normal.

“Memang TNI-POLRI sudah amankan kondisi di Beoga,pesawat sudah bisa masuk ke sana,hanya aktfitas pemerintahan,belajar-mengajar,kesehatan belum normal,kita harus akui itu,karena pegawai masih trouma,butuh waktu,mereka ini perlu dilakukan trouma healing,kita harus pastikan dan mampu menyakinkan mereka bahwa kondisi benar-benar aman bagi mereka,baru mereka bisa balik,selama belum ada itu,pasti sebagai manusia mereka masih takut,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I nyoman Punia,S,Sos mengatakan merespon kondisi terakhirdi Ilaga,maka TNI-POLRI sudah melakukan patroli bersama khususnya di wilayah ibu Kota Ilaga,terutama beberapa titik yang berpotensi adanya gangguan keamanan,termasuk melakukan rasia senjata tajam, terutama di ibukota ilaga,seperti ke bandara aminggaru,guna memastikan aktfitas penerbangan,bongkar muat barang berjalan lancar,termasuk rasia ke pasar Ilaga,dan ke kampong arumaga,lokasi ojek ditembak.

“Patrol rutin kami lakukan,siang,malam,bahkan menjelang pagi, guna memastikan kondisi di kabupaten Puncak ini aman,terutama di wilayah ibu Kota,di wilayah pemerintahan,kami gelar patroli bersama dengan TNI,juga sebagai wujud kekompakan kita menjaga kondisi di Kabupaten Puncak,agar tetap aman,”ungkapnya.

Sementara itu,damdim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi irwansyah sendiri mengatakan mengakui adanya pergseran pasukan,strategi ini dilakukan guna menjaga system keamanan wilayah,terutama di ilaga dan beoga,ini semata-semata guna menjaga keamanan di Kabupaten Puncak.(Diskominfo Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *