Bupati Puncak Sesalkan Penyerangan Pos TNI di Distrik Gome

BERITA UTAMA255 Dilihat

ILAGA-NUSANTARAPOST.ID-Bupati Puncak Willem Wandik, SE. M. Si, menyesalkan terjadinya Kontak senjata di Distrik Gome, yang menyebabkan tiga anggota  TNI Satgas Yonif R 408/SBH gugur, terjadi di Kampung Tigilobak, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Kamis, 27 Januari, kemarin, sebab yang berhak mengambil nyawa manusia hanya Tuhan. 

” Hukum alam maupun hukum Tuhan sama tidak boleh membunuh, ” Katanya. 

Lanjutnya, khusus untuk wilayah di papua yang rawan konflik seperti di Kabupaten Puncak, susah untuk dikatakan aman, karena penembakan susah diprediksi, karena kelompok bersenjata ini punya kelompok dan pimpinan masing-masing,bahkan Kata Bupati, yang luar biasa kelompok ini juga ternyata ada didalamnya anak- anak yang sebenarnya masih mencari jati diri, usia SD dan SMP, sudah memegang senjata, dan mereka ini yang susah untuk dikendalikan.

“Anak-anak yang terbilang usia masih SMP bahkan SD ini, yang susah dikendalikan, mereka inilah yang menjadi masalah dan mengancam bagi kita, ” Tambahnya. 

Katanya, sebagai pemerintah daerah, aparat keamanan sudah upayakan agar kondisi di kabupaten puncak bisa aman dan pembangunan bisa jalan, melalui jalur kompromi, bahkan jalur persuasif sudah ditempuh, sejak Kabupaten Puncak masih bergabung dengan kabupaten Puncak Jaya sampai dengan sudah mekar, kabupaten sudah usia 13 tahun, ternyata jalur persuasif susah sekali untuk menuju kabupaten Puncak yang aman, sehingga dirinya sebagai Kepala daerah, hanya bisa menyarankan agar semua warga, ASN, Yang berada di wilayah Kabupaten Puncak, agar beraktifitas dengan selalu siaga.

“Sebagai pemimpin tugas kita menyampaikan agar masyarakat, pegawai beraktfitas seperti biasa, namun di satu sisi keamanan juga perlu diwaspadai, makanya saya selalu katakan tugas di wilayah rawan seperti ini, kita harus waspada,” Bebernya. 

sementara itu, untuk mengajak masyarakat agar beraktifitas seperti biasa hilangkan rasa trauma pasca penembakan di Distrik Gome, maka Bupati Puncak ditemani Kapolres Puncak dan Dandim Puncak Jaya, memantau langsung suasana dalam kota ilaga, sekaligus bertemu dengan warga maupun pedagang di pasar ilaga, seraya mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasa, meski situasi belum benar benar kondusif, dalam rangka menghilangkan rasa trauma di masyarakat. 

Hasilnya dimana terlibat warga masyarakat sebagaian berjualan di pasar ilaga, kios kios juga buka seperti biasa, meski belum ramai seperti biasanya, sebab warga masih trauma dan was was. (Diskominfo Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *