ILAGA-NUSANTARAPOST.ID-Ada yang menarik dan sempat membuat terharu Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE.M.Si dan forkompinda Kabupaten Puncak Papua yang hadir dalam pembukaan perlombaan dalam rangka peringatakan Hut kemerdekaan RI ke-77 di Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua, Selasa,16 Agustus kemarin, ketika seorang anak sekolah dasar (SD) menyampaikan permintaannya kepada Bupati Puncak Papua, agar segera mengembalikan para guru-guru di kabupaten Puncak Papua, untuk kembali mengajar mereka.Mendengar itu, Bupati Puncak Papua Willem Wandik pun terharu, dirinya berjanji kepada anak-anak sekolah dasar tersebut, bahwa dirinya memastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, para guru akan kembali ke Ilaga, Beoga, sinak dan doufo, gome, untuk melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Untuk diketahui, para guru di Kabupaten Puncak Papua,bersama dengan aparatur negeri sipil terutama para guru pendatang,s empat mengungsi keluar dari Kabupaten Puncak Papua, sejak april hingga mei lalu, pasca penyerangan maupun teror yang dilakukan oleh Kelompok sipil bersenjata (KSB), berimbas pada keamanan di Kabupaten Puncak Papua yang kurang kondusif, dampaknya adalah pendidikan sempat tidak beraktivitas beberapa waktu lalu.
Salah satu anak SD di Ilaga Julpen Kogoya yang sempat berdialog dengan Bupati, menyampaikan permintaanya agar Bupati segera mendatangkan kembali para guru di Kabupaten Puncak, sehingga bisa mengajar mereka kembali seperti awalnya, karena mereka sudah sangat merindukan bisa sekolah lagi.
“Kami minta Bapak Bupati bisa bawa kembali kami punya guru-guru sehingga mereka bisa ajar kami lagi,kami mau sekolah,”ungkapnya, diikuti oleh teman-temannya yang lain.
Terkait dengan permintaan anak-anak sekolah dasar tersebut,Bupati pun berjanji akan dalam waktu yang tidak terlalu lama,akan segera mendatangkan para guru kembali bertugas di Kabupaten Puncak, karena dirinya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan TNI/Polri,bahkan para tokoh masyarakat,kepala suku,semua mengingingkan agar pendidikan harus segera beraktivitas seperti biasanya.
“Kami pemerintah sudah siapkan gedung sekolah,bawa guru ke sini,tapi karena tidak ada jaminan keamanan, maka guru semua mengungsi,yang rugi adalah anak-anak kita ini,masa depan mereka kita hancurkan,ini merupakan pelanggaran Ham terbesar yang telah kami buat kepada mereka,”bebernya.
Kata Bupati, ketika pendidikan di Kabupaten Puncak tidak berjalan dengan baik, maka itu sudah merupakan bagian dari pelanggaran Ham terbesar,karena dampak dari keamanan yang tidak kondusif,membuat proses belajar-mengajar tidak bisa berjalan, sehingga anak-anak tidak sekolah, masa masa depan mereka akan hancur.
“kita hancurkan masa depan anak-anak ini,ini merupakan pelanggaran ham terbesar yang kita sudah lakukan untuk anak-anak ini,masa depan genearsi ini,hanya lewat pendidikan,tidak ada cara lain,sehingga saya minta semua pihak,orang tua, kepala suku,TPM-OPM,semua kita jaga keamanan,untuk anak-anak kita ini,generasi kita ini,sekali lagi kita jaga keamanan,sehingga proses belajar-mengajar bisa jalan seperti biasanya,”tegasnya.
Sementara itu PLT.Kepala Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Kabupaten Puncak Alfons Newegalen,S.Pak,MM mengatakan kondisi terakhir di Kabupaten Puncak terutama di Distrik Ilaga, beoga,hampir 3 bulan terakhir ini,memang proses belajar-mengajar agak terhambat,ini dikarenakan guru-guru banyak yang memilih mengunsi keluar dari Ilaga,karena kondisi keamanan,yang tinggal adalah guru-guru anak asli.
“Terpaksa anak-anak diajarkan oleh anggota TNI-Polri, meski begitu sesuai dengan intruksi dari Bupati,maka kami akan segera mengembalikan para guru,dalam minggu besok,apalagi sudah ada jaminan keamanan dari TNI-Polri,sehingga guru-guru jangan takut untuk kembali ke tempat tugas,”ungkapnya.(diskominfo Puncak)







