JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian wilayah Papua akan tumbuh lebih baik pada tahun 2026 dengan inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran nasional sebesar \bm{2,5 \pm 1\%}. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan, sinergi lintas sektoral harus terus diperkuat.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua.
Faturachman menekankan bahwa wilayah Papua memegang peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8%, dengan kontribusi sekitar 15% terhadap perekonomian kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), serta 1,5% terhadap perekonomian nasional.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, sinergitas difokuskan pada lima area utama. Area tersebut meliputi: (1) memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan; (2) hilirisasi, industrialisasi dan ekonomi kerakyatan; (3) meningkatkan pembiayaan; (4) akselerasi ekonomi keuangan digital; serta (5) kerja sama investasi dan perdagangan antar-daerah maupun internasional.
Arah strategis ini sejalan dengan kebijakan BI yang disampaikan oleh Gubernur Perry Warjiyo pada PTBI 2025 tingkat nasional di Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menyampaikan apresiasi atas kinerja pengelolaan perekonomian yang baik dan mengharapkan sinergi, persatuan, dan rekonsiliasi terus berlanjut untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Penguatan Struktur Ekonomi dan Diversifikasi Wilayah Papua
Untuk mengurangi ketergantungan wilayah Papua pada sektor pertambangan, Faturachman menegaskan pentingnya penguatan struktur ekonomi dan diversifikasi sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Upaya yang telah dilakukan mencakup kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Biak untuk mengintegrasikan pariwisata Raja Ampat – Biak Numfor sebagai langkah pengembangan wisata.
Selain itu, sinergi strategis BI diarahkan untuk pemberdayaan UMKM melalui penyelenggaraan Festival Cenderawasih, Festival Kopi Papua, dan Papua Coffee Week di Jepang. Ekonomi keuangan digital diwujudkan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) hingga pembentukan ekosistem QRIS pada persembahan di rumah ibadah dan perparkiran.
Di sisi lain, upaya untuk mencapai stabilitas harga, khususnya inflasi bahan pangan, dilakukan dengan strategi 4K: (i) ketersediaan pasokan; (ii) keterjangkauan harga; (iii) kelancaran distribusi; dan (iv) komunikasi yang efektif. Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Apresiasi dan Penyelenggaraan PTBI
Pada gelaran PTBI 2025 ini, Bank Indonesia Papua memberikan penghargaan kepada 11 mitra strategis yang berasal dari UMKM, korporasi, pemerintah daerah, dan instansi lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
PTBI merupakan forum strategis tahunan untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan, prospek, arah bauran kebijakan BI, serta memperoleh arahan dari Presiden RI.
PTBI 2025 di Papua dibuka secara langsung oleh Pj. Sekda Provinsi Papua, Lukas Christian Sohilait, ST., M.Si, serta dihadiri oleh Kepala Daerah, Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal, Perbankan, Media, Perguruan Tinggi, dan Korporasi. (Redaksi)












