JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Nixon Mahuse, menegaskan komitmen institusinya untuk memberantas korupsi di Tanah Papua. Mahuse mengklaim kinerja penegakan hukum Kejati Papua saat ini jauh lebih transparan dan efektif dibandingkan periode sebelumnya, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Papua ini sudah transparan. Selama beberapa tahun ini, sudah ada yang keluar di IG, di media, semuanya. Kami di Kejaksaan Tinggi Papua tidak lagi menutup diri, terbuka kepada publik,” ujar Nixon Mahuse kepada wartawan, Selasa, 16/25.
Menurutnya, peningkatan transparansi dan penegakan hukum yang intensif ini membuat banyak pihak terusik. Pihak-pihak tersebut, kata Mahuse, berupaya menggagalkan kerja aparat penegak hukum di Papua.
Ia menyoroti bahwa Kejati Papua telah berhasil mengembalikan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah, melalui serangkaian tindakan seperti penyitaan dan penggeledahan.
“Kalau mau bandingkan kinerja tahun-tahun sebelumnya, mungkin ini bagaikan langit dan bumi,” tegasnya, merujuk pada lompatan hasil kerja mereka.
Mahuse juga menyayangkan adanya pihak di luar Papua yang kerap berkomentar negatif atau mencoba menghambat proses hukum tanpa benar-benar berada di lokasi dan merasakan situasi penegakan hukum di sana.
Mengenai ancaman dan kritik yang datang, termasuk potensi bully publik, Mahuse menegaskan hal tersebut adalah hal biasa.
“Presiden saja bisa dibully, Jaksa Agung saja bisa dibully… apalagi kami yang kecil-kecil ini,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menjamin bahwa Kejati Papua tidak akan gentar. “Sikap kami di Kejaksaan Tinggi Papua akan tetap tegak lurus dan tetap memberantas korupsi di Tanah Papua,” pungkas Nixon Mahuse. (Redaksi)












