JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, memberikan pemaparan terkait evaluasi kinerja dan capaian Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dalam keterangannya, Faizal menyoroti fluktuasi angka kekerasan serta pergeseran dinamika keamanan di beberapa wilayah di Papua.
Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengungkapkan bahwa dari sisi personel keamanan, terdapat tren positif berupa penurunan jumlah korban.
“Untuk jumlah korban dari TNI-Polri memang mengalami penurunan,” ujar Faizal kepada wartawan, Senin 22/25.
Hal ini mengindikasikan efektivitas strategi perlindungan dan taktis yang diterapkan oleh Satgas di lapangan dalam menghadapi gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Meski angka korban aparat menurun, Faizal memberikan catatan serius mengenai jumlah korban dari kalangan masyarakat sipil yang justru mengalami peningkatan. Ia juga menyoroti adanya perubahan situasi keamanan di beberapa daerah yang sebelumnya dianggap relatif kondusif.
“Dalam konteks wilayah, ada beberapa daerah yang dalam 2-3 tahun terakhir cukup landai, namun dalam satu tahun terakhir ini ada peningkatan aksi. Seperti di Yahukimo, yang sebelumnya tidak terlalu banyak kegiatan, namun tahun ini muncul aksi-aksi yang menimbulkan korban warga sipil. Ini sudah kita proses datanya,” jelasnya.
Terkait dengan kekuatan kelompok separatis, Faizal menjelaskan adanya fenomena unik yang terpantau melalui database Satgas. Secara kuantitas atau jumlah personel (baik pelaku maupun simpatisan), terpantau adanya penyusutan.
“Secara kuantitas ada penyusutan, namun secara kualitas ada peningkatan dalam beberapa kejadian signifikan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan bahwa seluruh data evaluasi ini sedang diproses untuk menentukan langkah operasional selanjutnya. Karena Operasi Damai Cartenz merupakan operasi terpusat, keputusan strategis akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Mabes Polri.
“Data-data ini sedang kita olah dan tentunya kita akan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk keputusan dari Mabes ke depannya,” pungkasnya. (Redaksi)













