JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua secara resmi memulai langkah besar dalam persiapan agenda lima tahunan organisasi. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ronald Antonio, KADIN Papua menetapkan susunan kepanitiaan untuk menyukseskan Musyawarah Provinsi (MUPROV) ke-IX melalui Surat Keputusan Nomor: Skep/032/DP/1/2026.
Keputusan ini diambil setelah melalui Rapat Pengurus Lengkap yang dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Jayapura. Ronald Antonio menegaskan bahwa pembentukan panitia ini krusial untuk menjamin penyelenggaraan MUPROV IX berjalan tertib, sah, dan sesuai dengan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KADIN.
Dalam struktur yang ditetapkan, Ronald Antonio bertindak langsung sebagai Penanggung Jawab. Kepanitiaan dibagi menjadi tiga bagian utama dengan tugas spesifik:
• Panitia Penyelenggara: Dipimpin oleh Max Richard F. Krey, S.T., yang bertanggung jawab mengoordinasikan program dan menetapkan pembicara serta topik dalam MUPROV.
• Panitia Pengarah (Steering Committee): Diketuai oleh Nixon Ayomi, A.md, bertugas merumuskan materi substantif, jadwal acara, serta mengumumkan syarat calon Ketua Umum KADIN Papua periode berikutnya.
• Panitia Pelaksana (Organizing Committee): Dipimpin oleh Dr. Muh. Yamin Noch, S.E., M.SA, yang menangani teknis administratif, akomodasi, hingga pelaksanaan acara di lapangan.
MUPROV IX merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat provinsi yang diselenggarakan satu kali dalam lima tahun. Agenda utamanya meliputi:
1. Memilih dan menetapkan kepengurusan KADIN Provinsi Papua yang baru.
2. Merumuskan kebijakan organisasi untuk masa depan.
3. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan periode 2021-2026.
“Musyawarah ini adalah momentum penting bagi dunia usaha di Papua untuk menentukan arah kebijakan organisasi dan memilih pemimpin yang akan membawa KADIN semakin berkontribusi bagi ekonomi daerah,” Kata Ronald.
Seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan ini nantinya akan bersumber dari anggaran panitia yang diperoleh melalui sponsor, donatur, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Dengan ditetapkannya kepanitiaan ini, KADIN Papua optimis dapat menggelar forum tersebut secara profesional dan transparan. (Redaksi)












