MULIA-NUSANTARAPOST.ID-Sore di Distrik Kulirik terasa berbeda. Di tengah sejuknya udara pegunungan, sejumlah personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 tampak menyusuri jalan menuju Kota Mulia. Namun patroli yang mereka lakukan tidak sekadar memantau keamanan, melainkan juga membawa misi sederhana: menyapa dan mendekatkan diri dengan masyarakat.(4/3/2026).
Ketika melintas di beberapa kampung, para personel berhenti sejenak. Mereka menyapa warga yang sedang duduk di depan rumah, berbincang santai dengan para orang tua, hingga menyapa anak-anak yang bermain di sekitar permukiman. Senyum dan tawa pun mengiringi percakapan ringan yang terjadi di antara mereka.
Beberapa anak terlihat mendekat dengan rasa penasaran. Dengan ramah, para personel mengajak mereka bercengkerama. Suasana yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi hangat, menghadirkan kedekatan yang terasa alami.
Di tengah interaksi tersebut, warga juga menyampaikan cerita tentang aktivitas sehari-hari serta kondisi kampung mereka. Bagi personel di lapangan, momen seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memahami situasi sosial di wilayah pegunungan.
Kehadiran aparat yang bersikap ramah dan terbuka mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menilai pendekatan yang dilakukan bukan hanya memberi rasa aman, tetapi juga menunjukkan bahwa aparat benar-benar hadir untuk masyarakat.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
“Melalui komunikasi yang hangat dan pendekatan kekeluargaan, kami ingin membangun kepercayaan masyarakat. Kehadiran aparat harus dirasakan sebagai sahabat yang siap mendengar dan membantu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. yang menilai patroli dialogis menjadi cara efektif untuk mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
“Interaksi langsung seperti ini membuat anggota memahami kondisi masyarakat secara nyata. Kedekatan yang terbangun juga memudahkan komunikasi sehingga masyarakat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait keamanan,” jelasnya.
Usai menyelesaikan patroli dan berinteraksi dengan warga, seluruh personel kembali ke Pos Kulirik untuk melakukan konsolidasi. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Distrik Kulirik terpantau aman dan kondusif.
Melalui langkah sederhana seperti menyapa dan berbincang dengan warga, Operasi Damai Cartenz 2026 terus berupaya menghadirkan wajah Polri yang lebih dekat dengan masyarakat bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah kehidupan warga Papua. (Redaksi)







