JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawal ketersediaan energi mulai 9 Maret hingga 21 April 2026. Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Awan Raharjo, menegaskan bahwa fokus utama tim adalah menjaga kelancaran distribusi BBM, Elpiji, dan Avtur selama periode tersebut.
“Tugas kita adalah memastikan pendistribusian energi ini berlangsung dengan baik dan lancar. Intinya pada saat Satgas ini, kita pasti akan melakukan build up stock untuk mengantisipasi potensi kenaikan kebutuhan,” ujar Awan Raharjo.
Awan menjelaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung di wilayah Papua dan Maluku saat ini dalam status siaga. Infrastruktur tersebut meliputi 21 terminal BBM, 2 integrated terminal untuk penyaluran LPG, serta 12 aviation fuel terminal. Distribusi antarwilayah juga diperkuat dengan dukungan 21 kapal yang beroperasi secara lokal.
“Kami juga melakukan koordinasi eksternal dengan stakeholder utama seperti pemerintah daerah, perbankan, hingga pihak kepolisian agar semua berjalan lancar,” jelas Awan.
Berdasarkan analisis data historis, Awan memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi pada sejumlah produk energi. Produk gasoline diperkirakan naik 3,8 persen, minyak tanah naik 4,5 persen, dan Avtur mengalami kenaikan 1,5 persen. Peningkatan paling signifikan diprediksi terjadi pada sektor gas rumah tangga.
“LPG non-subsidi ini cukup menarik, perkiraan kita akan meningkat sekitar 17,5 persen,” tambah Awan.
Di sisi lain, produk gasoil seperti solar diprediksi mengalami penurunan sebesar 10,6 persen. Meskipun terdapat periode libur panjang dan cuti bersama, Awan memastikan 467 SPBU, 39 SPBU Nelayan, 228 Pertashop, serta ratusan agen Elpiji dan minyak tanah akan tetap bersiaga melayani masyarakat.
“Lembaga penyalur pun tidak libur, mereka akan tetap bersiaga meskipun banyak hari libur,” tegas Awan.
Awan Raharjo memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Papua dan Maluku tetap dalam kondisi stabil . Beliau menyampaikan bahwa suplai dari kapal-kapal Pertamina akan terus masuk secara berkelanjutan ke wilayah tersebut.
“Kondisinya pun akan tetap bagus, akan tetap aman, karena suplai kapal-kapal kita juga akan terus masuk ke Papua dan Maluku,” ujar Awan Raharjo menjelaskan ketahanan stok di wilayahnya.
Terkait proses penebusan BBM oleh SPBU, Awan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan perbankan agar operasional tetap berjalan lancar selama masa libur. Ia menekankan bahwa sistem sudah terintegrasi secara digital sehingga tidak memerlukan transaksi tunai langsung di depo.
“Penebusan BBM itu kan tidak bawa cash langsung ke depo-depo, tapi melalui bank persepsi yang mana di sana sudah ada sistem host-to-host yang terinstal dan langsung terhubung ke sistemnya Pertamina,” tuturnya.
Awan juga menambahkan bahwa Pertamina menyiapkan skema cadangan berupa fasilitas kredit untuk menjamin distribusi tidak terhenti jika terjadi kendala administrasi perbankan di hari libur.
“Kita antisipasi dengan BBM-nya kita kirim dulu, meskipun pembayarannya belum ada lewat mekanisme kredit tadi. Dikirimkan dulu, maksimal nanti satu minggu atau tujuh hari pembayaran baru dilakukan,” kata Awan.
Selain masalah transaksi, Awan menegaskan bahwa pihaknya tetap waspada terhadap faktor cuaca dan potensi bencana alam yang dapat menghambat jalur distribusi. Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi dengan menggandeng pihak eksternal seperti BPBD dan Syahbandar, serta menyiapkan rute alternatif.
“Kita tetap waspada karena intensitas hujan yang tinggi atau gelombang yang tinggi itu bisa mengakibatkan kendala, apakah itu nanti bencana alam atau longsor. Ini pun kita antisipasi dengan berkoordinasi dengan eksternal dan melakukan rute-rute reguler alternatif,” pungkasnya. (Redaksi)












