YAHUKIMO-NUSANTARAPOST.ID-Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan simpang siur informasi terkait insiden penembakan yang menewaskan Yemis Yohame, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa malam di pinggir jalan saat korban diketahui sedang mengakses jaringan Wi-Fi.
Dalam keterangannya, Bupati mempertegas status kepegawaian korban guna menghindari kekeliruan data di masyarakat.
Yemis Yohame, atau yang akrab disapa James Yohame, merupakan ASN aktif yang menjabat sebagai salah satu Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo.
Bupati juga mengklarifikasi bahwa korban bukanlah Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati sebagaimana kabar yang beredar, meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah.
Terkait spekulasi yang berkembang di media sosial, Bupati Didimus dengan tegas membantah adanya kaitan antara insiden ini dengan agenda politik maupun kunjungan Wakil Presiden RI ke Yahukimo pada 21 April lalu. Ia menegaskan bahwa penembakan tersebut adalah tindakan kriminal murni dan tidak memiliki sangkut paut dengan agenda kenegaraan mana pun.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak berwajib untuk mengawal proses hukum. Bupati telah meminta Kapolres Yahukimo untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap motif pelaku, dan menyeretnya ke meja hijau agar keluarga korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
Selain itu, pemerintah menghimbau semua pihak agar tidak terburu-buru menyimpulkan identitas kelompok pelaku, baik dari TPNPB, TNI, Polri, maupun kelompok lainnya, sebelum ada hasil penyelidikan resmi.
Menutup pernyataannya, Bupati menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga almarhum yang dianggap sebagai salah satu aset masa depan Yahukimo. Beliau juga mengapresiasi masyarakat, khususnya suku Yali dan Mek, yang tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balasan.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kondusivitas Kota Dekai dan membiarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional dalam mengungkap tabir di balik peristiwa tragis ini. (Redaksi)













