SENTANI-NUSANTARAPOST.ID-Ondofolo Kampung Puay, Yakob Fiobetauw, mengimbau masyarakat Papua, khususnya warga Kampung Puay dan masyarakat di Distrik Sentani Timur, agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang di Papua saat ini, termasuk isu separatisme dan film dokumenter Pesta Babi yang tengah viral di media sosial.
Hal itu disampaikan Yakob Fiobetauw saat tatap muka bersama masyarakat dari tiga kampung di Kampung Puay, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, menjaga nama baik kampung, serta mendukung pembangunan demi kemajuan bersama.
“Sebagai Ondofolo di Kampung Puay, saya ingin mengarahkan masyarakat supaya jangan terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang di Papua saat ini. Kita harus menjaga keamanan, ketertiban dan nama baik kampung kita ,” ujarnya.
Ia menilai berbagai isu yang berkembang, termasuk isu Papua merdeka, hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi.
“Isu Papua merdeka itu sesuatu yang tidak jelas dan tidak pasti. Itu hanya digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengamankan kepentingannya sendiri,” katanya.
Yakob juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan penggunaan simbol-simbol yang bertentangan dengan negara karena dinilai dapat menghambat pembangunan di Papua.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung seluruh program pemerintah agar pembangunan berjalan dengan baik sehingga terjadi kemajuan di kampung.
“Kalau masyarakat fokus mendukung program-program pemerintah yang positif, maka pembangunan pasti akan berjalan baik dan masyarakat juga akan maju,” lanjutnya.
Menurutnya, kemajuan bangsa maupun daerah dimulai dari pembangunan di kampung-kampung.
“Kalau kita membangun kampung, berarti kita sedang membangun bangsa,” tegasnya.
Terkait film dokumenter Pesta Babi, Yakob mengaku telah mengimbau masyarakatnya agar tidak ikut larut dalam isi film tersebut. Ia menilai film itu hanya menampilkan satu sisi persoalan tanpa menghadirkan penjelasan dari pemerintah terkait tujuan pembangunan di Papua.
“Saya melihat film itu hanya mengambil sisi negatifnya saja. Tidak pernah mengambil data atau penjelasan dari pemerintah tentang tujuan pembangunan untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai narasi dalam film tersebut cenderung memicu masyarakat untuk melawan pemerintah dan negara.
“Film itu menurut saya dibungkus dengan narasi yang bisa membuat Papua semakin kacau,” katanya.
Sebagai tokoh adat, Yakob Fiobetauw berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya, serta mendukung terciptanya situasi Papua yang aman dan kondusif demi keberlanjutan pembangunan di daerah.
Diketahui, selain tatap muka juga dilakukan penyerahan bantuan dari pemerintah pusat kepada ratusan masyarakat yang hadir dalam tatap muka tersebut. (Redaksi)













