NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa prioritas utama jajarannya di usia Korps Bhayangkara ke-80 adalah meraih legitimasi dan kepercayaan penuh masyarakat. Guna mewujudkan hal tersebut, Polda Papua Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program kerja yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di lapangan.
Menanggapi instruksi Presiden Republik Indonesia mengenai pentingnya legitimasi Polri, Kapolda menyatakan bahwa di tahun kedua berdirinya Polda Papua Tengah, seluruh personel harus lebih peka terhadap apa yang dirasakan masyarakat. Kepekaan tersebut harus diwujudkan melalui aksi sosial yang nyata dan berdampak luas.
“Usia ke-80 ini, harapan Presiden yang ke depan akan kita gunakan adalah langkah-langkah untuk mendapatkan legitimasi itu. Menurut saya, lebih banyak menyentuh masyarakat secara langsung. Kebijakan ke depan, pola-pola seperti kemarin kita bedah rumah dan berikan bantuan sembako itu yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini.
Guna mewujudkan amanat tersebut, Kapolda memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel Polri di wilayah hukum Papua Tengah untuk senantiasa menjadi contoh yang baik di tengah kehidupan bermasyarakat. Pendekatan humanis dan keteladanan sikap menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan bersama warga.
“Kepada jajaran Polri, apa yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden, legitimasi kita di tengah masyarakat, lakukan yang terbaik. Kemudian banyak mendekatkan diri kepada masyarakat, tidak perlu dengan fisik secara ini, tetapi dengan keseharian kita menjadi teladan. Perilaku kita bagaimana kita mendekatkan diri ke masyarakat, itu yang harus dilakukan,” perintah Kapolda.
Di sisi lain, memasuki empat bulan masa kepemimpinannya, Brigjen Pol. Jermias Rontini mengaku bahagia karena target jangka pendek mengamankan legalitas lahan Markas Komando (Mako) Polda Papua Tengah telah sukses terwujud dengan terbitnya sertifikat tanah. Dengan kepastian hukum tersebut, pihaknya kini bersiap mendorong proses konstruksi fisik bangunan pada tahun anggaran depan.
Selain fokus pada pembenahan infrastruktur, Kapolda juga berkomitmen kuat untuk mendongkrak mutu dan kapasitas personel di daerah otonomi baru ini. Menyiasati keterbatasan kuota pendidikan dan latihan (diklat) dari pusat, Polda Papua Tengah berencana menggandeng pemerintah daerah untuk menghadirkan instruktur eksternal secara langsung ke daerah.
“Perlahan dan pasti coba kita kedepankan untuk bicara dengan pemerintah daerah bagaimana kualitas SDM anggota Polri di Papua Tengah kita tingkatkan. Karena kuota dari Mabes Polri terbatas, mungkin kita akali ya, misalnya untuk ke depan kita datangkan tenaga instrukturnya dari luar,” pungkas Brigjen Pol. Jermias Rontini. (Redaksi)










