NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) menilai Papua Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan kopi berkualitas hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Hal tersebut disampaikan Irfan Helmi dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Gubernur Papua Tengah yang berlangsung di Hotel Carmel, Nabire, Senin (10/8/2026).
Irfan mengatakan potensi kopi Papua Tengah telah mendapat perhatian sejak lama. Peneliti kopi Indonesia, Surip Mawardi, telah melakukan penelitian di wilayah Moanemani sejak 1988. SCOPI kemudian kembali melihat potensi kopi Papua Tengah pada 2017 bersama rombongan Kementerian Perdagangan.
Menurutnya, Papua Tengah memiliki potensi cita rasa kopi yang luar biasa dan berpeluang mencapai pasar dunia. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan penguatan budidaya dan penanganan pascapanen.
“Cita rasanya itu sebetulnya punya potensi level dunia. Budidayanya, pascapanennya, ketika kita kuatkan bersama-sama, pastinya kopi Papua Tengah bisa berkembang,” kata Irfan.
Ia menegaskan pengembangan kopi tidak dapat dilakukan hanya melalui pelatihan sesaat. Dibutuhkan pendampingan secara berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah daerah, SCOPI, masyarakat, dan pelaku usaha kopi.
“Ini bukan sekadar rencana pelatihan sekali dua kali, tapi pelatihan dan juga beserta dengan pendampingan,” ujarnya.
Irfan berharap penguatan tersebut dapat menunjukkan hasil dalam lima tahun ke depan. Dengan kondisi saat ini, ia menargetkan pada 2031 kopi Papua Tengah sudah mampu mengikuti kompetisi kopi internasional.
“Kami ingin Papua Tengah, mudah-mudahan, aspirasi dari masyarakat kopinya dan dari pemerintah daerah, kita juga bisa masuk ke panggung dunia. Papua Tengah memiliki panggung dunia, cita rasa yang luar biasa,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Irfan menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakat kopi. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan kopi tidak berhenti pada program jangka pendek, tetapi membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan.
SCOPI berharap penguatan budidaya, pascapanen, pelatihan, dan pendampingan dapat berjalan secara konsisten sehingga potensi kopi Papua Tengah mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani sekaligus meningkatkan daya saing kopi daerah di tingkat nasional dan internasional. (Redaksi)













