NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung pada 15 Agustus di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berjalan aman, damai, tertib, dan kondusif. Massa aksi yang tergabung dalam kelompok KNPB memulai kegiatan dari Wadio dan bergerak menuju Kantor DPR Papua Tengah sebagai tujuan akhir untuk menyampaikan aspirasi.
Sejak pagi, massa mulai berkumpul di Wadio sebelum melakukan pergerakan menuju lokasi tujuan. Sepanjang perjalanan hingga tiba di Kantor DPR Papua Tengah, situasi berlangsung dengan tertib dan dapat dikendalikan melalui koordinasi antara massa aksi dengan aparat keamanan.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, rangkaian aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 06.00 WIT hingga pukul 15.30 WIT. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang menjadi perhatian mereka, di antaranya terkait militerisme, New Agreement, serta sejumlah persoalan lainnya.
“Sejak pagi pukul 06.00 WIT hingga pukul 15.30 WIT, kita bersama-sama menyaksikan penyampaian aspirasi dari adik-adik kita yang tergabung dalam kelompok KNPB,” ujarnya.
Dalam pengamanan aksi tersebut, aparat dari unsur Polri dan TNI melakukan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan terukur. Sebanyak 709 personel dilibatkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.
Kapolres menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui sinergi antara kepolisian, TNI, serta koordinasi dengan para koordinator lapangan massa aksi. Koordinasi tersebut dilakukan agar proses penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan tertib.
“Memang dalam pelaksanaannya terdapat sedikit negosiasi yang cukup panjang. Namun, itu merupakan dinamika di lapangan. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Sesampainya di Kantor DPR Papua Tengah, massa kemudian menyampaikan aspirasi kepada perwakilan DPR Papua Tengah. Setelah seluruh aspirasi disampaikan, massa membubarkan diri dengan tertib.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur keamanan serta komunikasi yang terjalin dengan para koordinator lapangan.
“Personel kami bersama rekan-rekan TNI yang terlibat berjumlah 709 personel. Dari awal hingga akhir kegiatan, seluruh proses pengamanan dapat berlangsung secara harmonis, humanis, dan demokratis,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya aksi dan massa membubarkan diri secara tertib, seluruh rangkaian penyampaian aspirasi pada 15 Agustus tersebut dapat berlangsung aman, damai, kondusif, dan terkendali. (Redaksi)







