Mulai 2027, Beli Tiket Kapal Pelni di Jayapura Wajib Lewat Aplikasi Pelni Mobile

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura siap bertransformasi digital dalam meningkatkan keselamatan serta mutu pelayanan publik. Mulai Januari 2027, fungsi loket fisik tidak lagi melayani penjualan tiket secara reguler, melainkan dialihkan penuh menjadi pusat layanan informasi (call center) dan penanganan pengaduan pelanggan (handling complain).

Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, menegaskan perubahan fungsi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam memodernisasi layanan. Seluruh transaksi tiket reguler akan sepenuhnya dialihkan ke platform digital melalui aplikasi Pelni Mobile serta jejaring perbankan mitra.

“PT Pelni tidak akan menjual tiket lagi di loket. Loket itu menjadi call center ataupun handlingkomplain,” tegas Daulat saat memberikan keterangan kepada awak media di Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Peralihan ke sistem digital ini menawarkan kepastian tarif dan keamanan bagi calon penumpang. Melalui Pelni Mobile, pengguna dapat memantau ketersediaan kuota kapal, memilih rute tujuan, serta mendapatkan transparansi harga tanpa batas.

“Yang pertama, harga yang dibayarkan tentu sesuai dengan angka nominal yang ada di tiket. Terus yang kedua akan terhindar dari calo,” ujar Daulat.

Meski demikian, Pelni Jayapura tetap membuka opsi pembelian tiket secara rombongan untuk mengakomodasi kebutuhan khusus masyarakat. Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan segera mengamankan tiket keberangkatan lewat aplikasi resmi. Jika jadwal utama penuh, penumpang dapat memilih opsi jadwal penerusan lainnya.

Menyadari tantangan geografis dan tingkat literasi digital yang beragam, Pelni Jayapura memastikan penerapan aturan baru ini akan berjalan secara fleksibel dan inklusif. Pendekatan persuasif dan sosialisasi masif terus digencarkan, terutama bagi warga di kawasan pelosok.

“Kami akan menyesuaikan diri juga karena saudara-saudara yang mungkin dari daerah-daerah terpencil yang belum memahami hal tersebut harus kami sosialisasikan juga dan harus kami akomodir,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *