OKSIBIL-NUSANTARAPOST.ID-Suasana di Pasar Lama Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, tampak lebih hangat dan penuh keakraban pada Jumat (9/10/2026). Di tengah lalu lalang warga yang melangsungkan aktivitas transaksi ekonomi, kehadiran personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 memberikan warna tersendiri.
Bukan sekadar melakukan pemantauan situasi wilayah, para personel kepolisian ini hadir mengusung konsep patroli humanis. Langkah nyata yang ditunjukkan di lapangan mulai dari menyapa warga secara ramah, membuka dialog santai dengan para pedagang, hingga memborong berbagai hasil bumi dan barang dagangan masyarakat setempat.
Interaksi yang terjalin di area pasar berlangsung tanpa sekat. Petugas menyusuri setiap lapak, berbincang mengenai kondisi penjualan harian, hingga mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan oleh para pedagang.
Tidak hanya berbincang, personel Satgas juga menyisihkan rezeki untuk membeli langsung hasil dagangan warga, khususnya mama-mama Papua di pasar tersebut. Aksi borong dagangan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perputaran roda ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah di Pegunungan Bintang.
Melalui pendekatan dialogis dan santai ini, aparat keamanan berupaya mengikis kesan kaku. Kehadiran polisi di lapangan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, melainkan juga hadir sebagai pelindung dan mitra masyarakat dalam menjaga ketenteraman bersama.
Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan fondasi penting dalam setiap pelaksanaan tugas operasi di tanah Papua.
“Keamanan tidak hanya berkaitan dengan situasi yang kondusif secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membangun komunikasi dan rasa kepercayaan (trust) dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran personel betul-betul dirasakan secara positif melalui sikap santun, kepedulian, dan interaksi yang harmonis,” tegas Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan agar tidak pernah mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal serta penghormatan terhadap warga.
“Personel harus selalu mengedepankan sikap humanis, menghormati adat dan budaya masyarakat, serta membina hubungan erat dengan seluruh elemen warga. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menciptakan rasa aman yang sejati di tengah masyarakat,” tambah Kombes Pol. Adarma Sinaga.
Aksi simpatik personil Satgas Damai Cartenz ini mendapat apresiasi hangat dari warga Pegunungan Bintang. Tokoh masyarakat setempat, Engelbertus Uropmabin, mengungkapkan bahwa kehadiran polisi yang mau berbaur dan merangkul warga memberikan rasa tenang dan nyaman.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz yang mau turun langsung, menyapa warga, dan merangkul para pedagang di pasar. Kehadiran seperti ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membuktikan bahwa aparat keamanan benar-benar peduli dan ingin menjalin hubungan kekeluargaan dengan kami,” ujar Engelbertus.
Ia pun berharap agar kegiatan patroli humanis seperti ini dapat diselenggarakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, keterbukaan komunikasi antara aparat dan warga merupakan kunci utama dalam menjamin kelancaran aktivitas sosial maupun pergerakan ekonomi di Oksibil.
Menghadirkan Rasa Aman Berbasis Persaudaraan
Upaya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 melalui patroli di Pasar Lama Oksibil membuktikan bahwa stabilitas keamanan dapat diwujudkan melalui sentuhan empati dan persaudaraan. Lewat sapaan hangat, tegur sapa yang santun, serta kepedulian terhadap perekonomian warga, situasi kondusif di Kabupaten Pegunungan Bintang diharapkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (Redaksi)







