JAKARTA-NUSANTARAPOST.ID-Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua sekaligus Bendahara Partai Golkar Papua, Ronald Antonio, resmi menyelesaikan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Kolaboratif Angkatan 121 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026.
Kegiatan intensif yang berlangsung pada 6–12 Oktober 2026 di Jakarta ini ditutup secara resmi melalui Upacara Penutupan di Kodiklat TNI, Senin (12/10/2026).
Sebanyak 105 peserta dari berbagai unsur strategis—mulai dari TNI, Polri, KADIN, hingga Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)—terlibatan dalam program ini. Keberagaman latar belakang peserta difokuskan untuk memperkuat persatuan, memperdalam pemahaman Pancasila, serta membangun sinergi lintas sektor demi menjaga ketahanan nasional.
Bagi Ronald Antonio, keikutsertaannya dalam PPNK Kolaboratif bukan sekadar pemenuhan program formal, melainkan langkah strategis dalam membawa perspektif wawasan kebangsaan untuk pembangunan di daerah, khususnya tanah Papua.
Ia menekankan bahwa sektor dunia usaha memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan mendorong ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.
“Penguatan nilai-nilai kebangsaan memiliki relevansi yang sangat penting dalam mendukung pembangunan Papua. Kolaborasi antara pemerintah, aparat negara, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya adalah kunci menciptakan iklim pembangunan yang kondusif demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ronald.
Melalui program Lemhannas RI ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan jiwa nasionalisme, integritas, dan semangat persatuan dalam menjalankan tanggung jawab profesional mereka masing-masing.
PPNK Kolaboratif Lemhannas RI sendiri dirancang sebagai wadah edukasi dan konsolidasi nilai-nilai kebangsaan bagi para pemimpin dan praktisi dari berbagai lembaga strategis.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PPNK Angkatan 121 ini, pemahaman dan semangat kolaborasi yang didapat para peserta diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai persatuan dan ketahanan nasional diharapkan terus menjadi fondasi utama dalam mendukung akselerasi pembangunan Papua dan mewujudkan Indonesia yang maju serta berdaya saing. (Redaksi)







