JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Kepolisian Resor (Polres) Jayapura menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jayapura agar tetap aman dan kondusif. Menjelang tanggal 3 Agustus, aparat keamanan memastikan tidak akan memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai mengganggu ketenteraman warga serta memicu keresahan publik.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius Helan, menegaskan bahwa jajarannya bergerak sesuai instruksi Kapolda Papua untuk mengutamakan pengamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menegaskan tidak mengakui keberadaan organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) karena tidak terdaftar dalam struktur pemerintahan maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tugas kita itu adalah mengamankan masyarakat. Berikan pelayanan yang terbaik, itu dari Bapak Kapolda. Jadi saya tidak kenal namanya organisasi KNPB. Itu tidak ada tercatat dalam pemerintah maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi pun jangan sebut-sebut nama KNPB di mana itu, mereka itu siapa? Tidak ada itu,” tegas AKBP Dionisius Helan.
Kapolres Jayapura juga menambahkan bahwa pihak kepolisian tidak pernah mengizinkan kegiatan yang beranggapan ada negara di dalam negara. Menurutnya, seragam dan tugas yang diemban oleh jajaran kepolisian dibiayai oleh pajak rakyat untuk mengayomi masyarakat.
“Saya tidak pernah mengizinkan segala bentuk kegiatan yang berpikir bahwa ada negara di dalam negara. Negara kita satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang saya gunakan baju hari ini adalah baju dari pajak rakyat. Jadi tugas saya berdiri sebagai Kapolres Jayapura adalah mengamankan Kabupaten Jayapura ini dengan aman dan baik, tentu dengan menerima aspirasi masyarakat, tidak menyakiti hati rakyat,” ujarnya.
Upaya menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Jayapura ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Dewan Adat di Sentani yang menolak keberadaan kegiatan KNPB. Selain itu, Pemerintah Daerah melalui Bupati Jayapura juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian untuk memastikan situasi daerah tetap terjaga.
“Pak Bupati menyampaikan bahwa bantu jaga keamanan di Kabupaten Jayapura. Beliau tidak menginginkan kegiatan-kegiatan yang membuat kamtibmas di Kabupaten Jayapura ini terganggu. Itu salah satu dukungan yang luar biasa dari Pak Bupati,” ungkap Kapolres.
Untuk mengamankan situasi pada tanggal 3 Agustus mendatang, Polres Jayapura menyiapkan kekuatan sekitar 600 personel gabungan TNI-Polri serta terus mengagendakan rapat koordinasi bersama para perwira dan komandan di lapangan. Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Kabupaten Jayapura. (Redaksi)







