Pemprov Papua Luncurkan Program Konektivitas Laut Gratis Selama Nataru

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri mengumumkan peluncuran program konektivitas transportasi laut gratis bagi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan konektivitas dan memfasilitasi mobilitas masyarakat di Tanah Papua.

Program ini akan menggunakan sejumlah kapal, termasuk Kapal Cantika yang berkapasitas 1.600 penumpang dan Kapal Putih dengan kapasitas 400 bed atau tempat tidur.

Gubernur Mathius Fakhiri menjelaskan bahwa fokus utama program adalah konektivitas laut untuk memastikan masyarakat dapat bepergian di seluruh wilayah Papua. Rute utama yang akan dilayani adalah Jayapura menuju Biak, dan ke depannya akan diperluas hingga ke Manokwari, lalu kembali lagi ke Jayapura. 

Selain itu, akan ada rute tambahan yang menghubungkan Jayapura, Nabire, Serui, dan kembali ke Jayapura. Kapal Cantika sendiri juga akan melayani rute ke Sorong melalui Biak, Serui, Nabire, dan Waropen.

Perkiraan waktu tempuh dari Jayapura ke Biak adalah kurang lebih 7 jam, dan dari Biak ke Serui sekitar 24 jam. “Kegiatan Nataru ini akan dipakai Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan konektivitas Papua, khususnya dalam transportasi,” ujar Gubernur Mathius Fakhiri.

Mekanisme untuk mendapatkan layanan mudik gratis ini adalah dengan menggunakan kartu khusus. Program ini merupakan kerja sama antara Pemprov Papua, PT Pelni, dan PT Belibis, dengan peluncuran keberangkatan perdana (launching) dijadwalkan pada tanggal 17 Desember. 

Teknis pembagian kartu dan operasional diatur oleh operator transportasi di bawah koordinasi Kepala Dinas Perhubungan. Pemprov Papua menekankan pentingnya sosialisasi agar seluruh masyarakat mengetahui cara mendapatkan layanan ini. 

Gubernur Mathius Fakhiri secara khusus berpesan kepada petugas dan operator yang mengelola pembagian kartu agar layanan ini dilaksanakan secara adil dan merata.

“Saya tadi sudah wanti-wanti kepada semua nanti yang bagi kartu, jangan sampai terjadi KKN karena saya punya keluarga, saya orang pemerintah, hanya terbagi kepada orang-orang itu. Kalau bisa ya semua masyarakat yang butuhkan,” tegasnya.

Dia juga meminta agar masyarakat yang tidak terakomodasi diberi penjelasan yang baik, dan berharap dapat melayani mereka pada tahun berikutnya. Untuk mendukung kelancaran program ini, PT Belibis dilaporkan telah menyiapkan empat armada kapal, dengan Kapal Putih sendiri dijadwalkan bersandar pada tanggal 16 Desember. Gubernur Fakhiri berharap inisiatif ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat di Papua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed