Bupati Didimus Resmikan Taman Doa Matopai, Diharapkan Jadi Pusat Kerohanian di Yahukimo

YAHUKIMO-NUSANTARAPOST.ID-Taman Doa Matopai, sebuah fasilitas baru yang dibangun sebagai pusat kerohanian dan tempat ketenangan, telah diresmikan. Peresmian ini menarik perhatian dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Dalam pidatonya, Bupati Didimus Yahuli menyampaikan rasa sukacita dan syukurnya atas selesainya pembangunan taman doa ini. Bupati mengungkapkan bahwa fasilitas ini diresmikan setelah melalui berbagai tantangan selama setahun terakhir. 

Bupati menyatakan, “Dari semua tekanan, intimidasi, beban, masalah yang kami hadapi satu tahun ini, seperti Tuhan mengangkat semua di Natal kemarin,” Kata Bupati.

Bupati Yahuli secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan karena telah menghasilkan kualitas pekerjaan yang tinggi.

Bupati menekankan pentingnya kualitas yang berujung pada integritas dan penghargaan dari orang lain. Menurutnya, “Tanpa kerja keras tiada kualitas. Tanpa kualitas tiada integritas. Tanpa integritas tiada perlakuan dari orang lain,” tuturnya.

Bupati juga berterima kasih kepada tukang, konsultan, dan arsitek yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Bupati Yahuli menjelaskan bahwa pembangunan Taman Doa Matopai saat ini sudah mencapai 60% hingga 70%. Meskipun secara metaforis sudah “100%”, masih banyak hal yang perlu dilengkapi.

Rencana pengembangan yang akan dilakukan meliputi pengaspalan jalan dari depan hingga ke area depan taman doa. Juga direncanakan pemasangan pagar keliling yang dirancang baik, penentuan area gazebo, area penghijauan, penanaman pohon, dan penataan area rumput serta paving block.

Bupati mengusulkan agar ke depan, Taman Doa Matopai dikelola oleh sebuah yayasan khusus untuk menarik banyak pengunjung (revisitor).

Selain sebagai tempat berdoa dan pusat kerohanian, Bupati Didimus Yahuli memiliki visi agar Taman Doa Matopai juga menjadi sumber pendapatan dan pusat aktivitas masyarakat. Diharapkan pengunjung yang datang akan membawa rezeki bagi masyarakat sekitar, seperti melalui pembelian kuliner, serta penginapan di hotel. 

Bupati juga menyampaikan aturan agar taman ini menjadi tempat yang tenang dan teratur, di mana orang mabuk, pemakan pinang, perokok, dan orang yang berteriak-teriak tidak diperbolehkan masuk.

Bupati Yahuli menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua donatur, termasuk keluarga Toraja yang telah banyak menyumbang. Beliau juga berterima kasih atas kunjungan Uskup yang kedua, yang berjanji akan datang dua kali dalam setahun. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *