Pastikan Kunjungan Wapres Gibran di Biak Lancar, Gubernur Fakhiri Pimpin Rakor Pengamanan

BIAK-NUSANTARAPOST.ID-Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin (12/1), guna memastikan kesiapan akhir jelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan tiba di “Kota Karang” pada Selasa (13/1) besok.

Kedatangan Gubernur Fakhiri didampingi oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim dan Wakapolda Papua Brigjen Pol Faisal Ramadhani. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra beserta jajaran pemerintah daerah setempat.

Setibanya di Biak, Gubernur Papua langsung memimpin rapat koordinasi terbatas di Gedung Negara Biak. Rapat tersebut membahas detail teknis dan skema pengamanan kunjungan Wapres, mulai dari protokol kedatangan hingga keberangkatan menuju Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

“Semua unsur yang terlibat harus menyiapkan secara detail. Tidak hanya acara, tetapi juga alur kedatangan dan keberangkatan agar berjalan tertib dan lancar,” tegas Fakhiri dalam arahannya.

Ia menginstruksikan agar pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik terbuka maupun tertutup, dengan koordinasi yang solid antara TNI, Polri, dan instansi terkait. Fakhiri meminta seluruh aparatur bekerja dalam satu komando untuk menghindari miskomunikasi di lapangan.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim memastikan bahwa seluruh skema pengamanan telah disiapkan secara matang. Ia menekankan kepada personel di lapangan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat selama bertugas.

“Saya sudah perintahkan agar pengamanan dilakukan sesuai SOP dan tetap humanis. Jangan sampai ada tindakan yang menimbulkan kesan kurang baik di tengah masyarakat,” kata Amrin.

Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran di Biak Numfor diagendakan untuk meninjau Sekolah Rakyat (SR) di Distrik Biak Timur. Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare ini merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Program yang dilengkapi fasilitas asrama, kebutuhan pokok, hingga perangkat laptop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tanah Papua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *