TOLIKARA-NUSANTARAPOST.ID-Kebakaran hebat melanda wilayah Giling Batu hingga pertengahan Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada Rabu (28/1/2026). Insiden ini menghanguskan sedikitnya 100 unit bangunan yang terdiri dari kios sembako, toko bangunan, rumah makan, kos-kosan, hingga rumah tinggal warga. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi bahwa saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh Polres Tolikara.
“Api dengan cepat meluas akibat tiupan angin yang cukup kencang, sementara keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah tersebut menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat harus berjibaku melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk mengerahkan satu unit ekskavator untuk merobohkan bangunan guna memutus jalur api.
Di sisi lain, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw memastikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk mengamankan lokasi kejadian guna mencegah penjarahan atau meluasnya api ke wilayah lain. Ia juga menyampaikan kabar baik terkait keselamatan warga di tengah musibah tersebut. “Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp22 miliar,” ungkap Kompol Roberth.
Menanggapi situasi yang sempat memanas di lokasi, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kebakaran, serta mempercayakan penanganan kejadian ini kepada Kepolisian. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kebakaran telah berhasil dikendalikan meski api belum sepenuhnya padam di beberapa titik reruntuhan. Pendataan terhadap bangunan yang terdampak masih terus diupayakan oleh petugas, meskipun belum maksimal karena banyak pemilik bangunan yang saat ini masih mengungsi ke rumah kerabat mereka. Sementara itu, sosok pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api masih dalam pencarian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (Redaksi)







