JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan dukungannya terhadap visi pembangunan Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Dalam kunjungannya, Anindya menyoroti pentingnya kolaborasi strategis untuk mewujudkan transformasi “Papua Baru” yang lebih maju.
Anindya memuji latar belakang Gubernur yang memiliki rekam jejak kuat dalam penegakan hukum dan birokrasi.
Menurutnya, hal ini menjadi modal penting bagi Kadin untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Visi Pak Gubernur sangat jelas: Transformasi Papua Baru yang maju dan harmonis menuju Papua Cerdas. Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni. Ini menjadi penyemangat bagi kami bahwa Indonesia harus selalu cerdas dalam melakukan terobosan untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Anindya.
Anindya juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Papua yang mencatatkan angka impresif di kisaran 4,2% pada triwulan IV tahun 2025. Ia menilai pertumbuhan ini menunjukkan kapasitas riil ekonomi Papua yang mulai terdiversifikasi.
“Kita melihat ekonomi Papua tidak lagi hanya bergantung pada fluktuasi komoditas ekspor seperti emas dan tembaga, meski keduanya tetap menjadi kontributor utama. Ini adalah indikator kemandirian ekonomi yang baik,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku, BBM, dan LPG. Anindya meyakini bahwa dengan efisiensi dan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah, dampak tersebut bisa dimitigasi agar masyarakat tetap produktif.
Fokus pada Ketahanan Pangan (Food Estate)
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dukungan Kadin terhadap program strategis nasional, yakni ketahanan pangan melalui pengembangan lumbung pangan (food estate) di Papua.
Anindya menegaskan bahwa Kadin Indonesia bersama Kadin Provinsi Papua siap membantu dari sisi pendanaan dan akses pasar.
“Program lumbung pangan sangat penting bagi rakyat Papua dan Indonesia Timur. Kami di Kadin akan terus berpikir dan mencari jalan, baik dari sisi pendanaan maupun mencari pembeli (off-taker) agar program ini berjalan lancar,” pungkasnya. (Redaksi)












