Wujudkan Transparansi Pangan Digital, Yan Mandenas Apresiasi Peluncuran Aplikasi MBG di Nabire

NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Langkah inovatif diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nabire dengan menghadirkan terobosan digital dalam pengawasan program prioritas nasional. Rencana peluncuran Aplikasi Makan Bergizi Gratis (MBG) ini mendapat apresiasi tinggi dan dukungan penuh dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas.

Aplikasi ini dirancang sebagai instrumen transparansi yang memungkinkan penerima manfaat, mulai dari siswa hingga orang tua, untuk memantau dan melaporkan kualitas menu harian secara langsung melalui unggahan foto maupun video.

Menurut Yan Mandenas, integrasi teknologi dalam program sosial sangat krusial untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga. Ia menilai keterbukaan informasi ini akan memudahkan fungsi kontrol, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Saya pikir aplikasinya bagus. Cek di internet semua kelihatan. Hal ini sangat membantu pengawasan masyarakat, terutama pengawasan dari orang tua siswa,” ujar Legislator dari Partai Gerindra tersebut.

Selain aspek teknologi, Mandenas menekankan urgensi pemerataan program MBG di seluruh wilayah Papua Tengah. Ia menyoroti kondisi riil di lapangan, di mana banyak siswa di daerah pegunungan dan wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang harus belajar dalam kondisi perut kosong.

Mandenas meyakini bahwa asupan gizi yang terjamin di sekolah akan berkorelasi langsung pada peningkatan fokus siswa di kelas, yang pada akhirnya akan mendongkrak prestasi akademik di tingkat nasional.

“Banyak yang mendukung program ini karena keluhan anak-anak di daerah pegunungan cukup tinggi. Kadang mereka datang pagi dan belajar tanpa makan. Karena itu, kami meminta percepatan pembangunan dapur umum hingga ke pinggiran kota dan wilayah 3T,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Yan Mandenas berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan anggaran agar program ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ia juga menitipkan pesan penting agar pengelola program memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal. Strategi ini diharapkan menciptakan efek domino yang positif:

• Kesehatan: Anak-anak mendapatkan asupan segar dan bergizi.

• Ekonomi: Petani dan peternak lokal di sekitar satuan pelayanan mendapatkan pasar pasti, sehingga kesejahteraan masyarakat ikut terangkat.

Dengan sinergi antara transparansi digital dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, program MBG di Nabire diharapkan menjadi pilot project yang sukses dalam membangun generasi emas Papua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *