MIMIKA-NUSANTARAPOST.ID-Pemerintah Kabupaten Mimika baru saja menerima apresiasi berupa insentif fiskal senilai Rp9 miliar dari pemerintah pusat. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan murni berdasarkan penilaian kinerja objektif terhadap pemerintah daerah, bukan karena unsur kedekatan atau pilih-pilih.
“Apresiasi yang baru disampaikan tadi tidak ada pilih-pilih. Ini betul-betul berdasarkan kinerja dari pemerintah daerah,” ujar Johannes Rettob saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meskipun menyambut baik penghargaan tersebut, Johannes dengan rendah hati mengakui bahwa tata kelola pemerintahan di Mimika saat ini masih belum sepenuhnya sempurna. Namun, ia memastikan bahwa seluruh elemen pemerintah telah berupaya memberikan pelayanan yang maksimal.
“Artinya bahwa mungkin belum maksimal, tetapi paling tidak kita sudah buat yang terbaik. Saya sadar sebelumnya bahwa itu belum maksimal. Tinggal sekarang bagaimana kita mempertahankan apresiasi ini untuk tahun-tahun selanjutnya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Mimika serta seluruh lapisan masyarakat yang telah saling bahu-membahu.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah berpartisipasi memperjuangkan sehingga penghargaan ini bisa kita capai.
Yang kedua, juga kepada masyarakat Mimika yang sudah memberikan kontribusi pastinya, untuk pemerintah ini dapat berjalan dengan baik. Saya hanya merupakan kaki tangan saja, tapi yang banyak kerja adalah mereka,” tambahnya.
Ketika disinggung mengenai rencana pemanfaatan dana insentif senilai Rp9 miliar tersebut, Johannes menjelaskan bahwa mekanisme penyalurannya akan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika, bukan dalam bentuk uang tunai (cash).
Dana tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk menutup kekurangan anggaran pada program-program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Tentunya nanti kita akan selesaikan program-program yang kekurangan dananya, terutama adalah untuk kepentingan masyarakat. Mungkin pembangunan perumahan, kita lihat nanti. Atau mungkin jalan-jalan yang kita butuh untuk pembangunan karena dananya belum mencapai, kita akan suplai. Nanti kita lihat,” pungkasnya. (Redaksi)













