NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana) terus menggencarkan berbagai langkah strategis guna mendukung penuh visi dan program prioritas pembangunan yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah
Langkah ini berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dari unit terkecil, yakni keluarga.
Keluarga dan gereja adalah dua institusi yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Keluarga berfungsi sebagai “gereja mini” atau “gereja rumah tangga” (Ecclesia domestica) yang menjadi tempat pertama pembentukan karakter dan penanaman iman, sementara gereja menjadi persekutuan besar yang memperlengkapi dan meneguhkan keluarga dalam kebenaran.
Kepala DP3AKB Agustinus Bagau S.KM M.Kes(Epid), menyatakan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program-program unggulan Gubernur, dan wakil gubernur khususnya yang berkaitan dengan pengentasan masalah kesehatan dan kesejahteraan sosial, termasuk dalam kegiatan Peningkatan kapasitas perempuan gereja.
” Ini harapan Bapak Gubernur, yang di tujukan kepada para ibu ibu di gereja agar memiliki kemampuan dalam peningkatan UMKM di lingkup keluarga dan mampu berkontribusi kepada pembangunan daerah di bidang ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan saat ini data sementara yaitu 1.677 gereja semua Denomenasi termasuk Katolik yang tersebar di 8 Kabupaten di Papua Tengah, inu yang menjadi prioritas untuk dilakukan pendampingan pelatihan keterampilan kepada mama mama gereja.
“Data tersebut belum semua, itu hanya sementara, belum termasuk di wilayah konflik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang pemberdayaan Perempuan, Salomina Gobay menambahkan, para mama mama gereja tersebut akan diberikan materi selain terkait keterampilan akan dibekali juga dengan pengetahuan manajemen usaha, dan permodalan.
” Jadi mama mama ini banyak keterampilan nya ya, seperti noken, dan kita juga tekan bagaimana mereka mampu memodifikasi hasil karya mereka hingga laris dipasaran,” jelasnya. (Redaksi)












