JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura resmi menyerahkan dokumen penting hasil proses identifikasi dan post-mortem jenazah Nicholas F. Goselin, pilot maskapai PT AMA (Associated Mission Aviation) berkebangsaan Amerika Serikat yang menjadi korban aksi penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pedalaman Papua.
Penyerahan dokumen yang berlangsung khidmat di depan ruang Post Mortem ini dipimpin langsung oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian. Agenda tersebut turut disaksikan oleh Wakapolda Papua, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, tim Operasi Damai Cartenz, serta jajaran Direktur dan rekan-rekan dari PT AMA.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian menyerahkan secara resmi surat sertifikat kematian serta surat keterangan formalin kepada perwakilan PT AMA guna keperluan repatriasi jenazah ke negara asalnya.
“Kami dari Rumah Sakit Bhayangkara menyerahkan surat berupa sertifikat kematian yang nanti akan dipergunakan oleh PT AMA di Amerika, dan kami juga akan menyerahkan surat keterangan formalin. Ini juga diperlukan nanti untuk pengurusan di Amerika,” ujar Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian saat menyerahkan berkas tersebut.
Dokumen-dokumen administrasi medis ini diserahterimakan dengan lancar setelah tim kedokteran kepolisian (Dokkes) Polda Papua merampungkan seluruh prosedur pemeriksaan luar dan dalam (post-mortem) terhadap jenazah pilot malang tersebut.
Seperti diketahui, Nicholas F. Goselin (29 tahun) gugur setelah pesawat jenis Caravan milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY yang dipilotinya diserang oleh KKB pimpinan Elkius Kobak. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Selain melakukan penembakan fatal terhadap sang pilot, kelompok bersenjata tersebut juga membakar habis badan pesawat PT AMA. Beruntung, tujuh warga sipil asli Papua yang menjadi penumpang dalam penerbangan rute Wamena–Balinggama tersebut dilaporkan selamat tanpa luka.
Jenazah korban berhasil dievakuasi dari medan berat pegunungan Papua oleh personel gabungan Koops TNI Habema menggunakan helikopter, sebelum akhirnya dibawa ke Jayapura untuk menjalani penanganan medis akhir di RS Bhayangkara.
Pihak PT AMA menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerja cepat, dedikasi, serta koordinasi yang sangat baik dari seluruh tim medis dan aparat keamanan selama proses penanganan mendiang Nicholas Goselin. (Redaksi)












