Lima Dapur MBG di Nabire Mulai Beroperasi, Sembilan SPPG Masih Menunggu Selesainya MPLS

NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali dilaksanakan pada semester II tahun 2026 seiring dimulainya tahun ajaran baru. Namun, dari total 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada, baru lima dapur yang mulai beroperasi karena sebagian besar sekolah masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, S.Pd., mengatakan pelaksanaan MBG kembali mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional yang diterbitkan pada Juni 2026. Berdasarkan surat edaran tersebut, pelayanan MBG kembali dimulai pada 13 Juli 2026 dengan sasaran siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Marsel menjelaskan bahwa pada kebijakan refocusing sebelumnya, prioritas pelaksanaan MBG difokuskan kepada sekolah. Meski secara nasional program telah berjalan, pelaksanaannya di setiap daerah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Di Nabire, sesuai surat edaran, MBG diberikan ketika kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Namun, saat ini baru beberapa sekolah yang memulai KBM, sementara sekolah lainnya masih melaksanakan MPLS,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga hari pertama pelaksanaan semester II, baru lima SPPG yang beroperasi, sedangkan sembilan SPPG lainnya masih menunggu sekolah menyelesaikan MPLS.

Menurutnya, durasi MPLS berbeda-beda di setiap sekolah. Setelah kegiatan tersebut selesai dan proses belajar mengajar berlangsung normal, pelayanan MBG baru dapat diberikan kepada para siswa.

“Hari ini yang beroperasi hanya lima SPPG. Sekolah yang menerima layanan juga masih sekitar enam sekolah yang sudah memulai pembelajaran. Sekolah yang masih menjalani MPLS belum dapat menerima layanan MBG,” katanya.

Marsel menambahkan, penerima layanan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Sementara itu, pendataan untuk taman kanak-kanak masih dalam proses perincian. Ia memastikan pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sementara itu, Kepala SPPG Kalibobo, Enoch Pigai, mengatakan pihaknya telah memasuki hari kedua pelaksanaan MBG pada tahun ajaran baru dengan mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat di SD Negeri 3 Kota Lama, TK Bhayangkara, serta Posyandu Anggrek 3 dan Anggrek 6.

“Hari ini jumlah penerima manfaat sebanyak 1.196 orang. Kami telah merampungkan seluruh pendataan penerima manfaat, baik siswa maupun guru, sehingga distribusi makanan dapat dilakukan sesuai sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Enoch.

Ia juga menyampaikan bahwa operasional SPPG Kalibobo didukung sekitar 48 relawan yang sebagian besar berasal dari masyarakat di sekitar Kalibobo sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.

“Sebagian besar relawan berasal dari masyarakat sekitar Kalibobo. Kami tidak merekrut relawan dari luar kompleks Kalibobo, tetapi memberdayakan masyarakat di wilayah ini,” katanya.

Terkait fasilitas pendukung, Enoch memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur SPPG Kalibobo telah tersedia sebagai bagian dari sarana operasional.

Dengan bertambahnya sekolah yang menyelesaikan MPLS dalam beberapa hari ke depan, diharapkan seluruh SPPG di Kabupaten Nabire dapat segera beroperasi sehingga cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis semakin luas. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *