Tambah Pasokan dari Kalimantan, Bulog Papua Pasok 500 Ribu Liter Minyakkita untuk 9 Cabang

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Perum Bulog Kantor Wilayah Papua bergerak cepat mengantisipasi keterbatasan kuota minyak goreng subsidi di wilayah Papua. Guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Bulog Papua mulai mendistribusikan pasokan tambahan berupa 500 ribu liter Minyakkita yang dikirim langsung dari Kalimantan.

Pasokan dalam jumlah besar tersebut saat ini tengah berada dalam proses pengiriman dan dijadwalkan akan disalurkan ke sembilan kantor cabang Bulog di seluruh wilayah Papua, termasuk kawasan pegunungan seperti Wamena.

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil lantaran alokasi kuota minyak goreng yang diterima Papua selama ini masih belum mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat.

“Saat ini kami masih dalam proses pemuatan minyak goreng Minyakkita dari Kalimantan sebanyak kurang lebih 500 ribu liter untuk kebutuhan sembilan cabang, termasuk Wamena. Ini dilakukan karena kuota yang diberikan ke Papua masih belum maksimal,” ujar Ahmad Mustari saat ditemui awak media di Jayapura, Kamis (23/7/2026).

Ahmad menjelaskan, distribusi Minyakkita ke Papua sebelumnya sangat bergantung pada pasokan dari Surabaya melalui beberapa distributor resmi, seperti PT Mahesa dan PT Smart. Namun, keterbatasan volume kuota dari pengiriman reguler tersebut mendorong Bulog untuk mencari terobosan pasokan dari daerah lain.

Selain fokus pada pemenuhan stok, Bulog Papua juga menaruh perhatian serius terhadap stabilitas harga di tingkat pengecer. Ahmad menegaskan bahwa Minyakkita merupakan komoditas bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat luas, sehingga penjualannya wajib mengacu pada regulasi harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengimbau seluruh pihak—mulai dari Satgas Pangan, pemerintah daerah, distributor, hingga media dan masyarakat—untuk aktif melakukan pengawasan bersama di lapangan. Hal ini menyusul masih ditemukannya variasi harga jual untuk merek minyak subsidi yang sama di beberapa titik pasar.

“Yang harus kita kawal bersama adalah jangan sampai distributor menjual di atas ketentuan. Minyak goreng ini merupakan barang subsidi, sehingga masyarakat harus bisa membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” tegas Ahmad.

Melalui masuknya pasokan 500 ribu liter dari Kalimantan ini, Bulog berharap kelangkaan dapat dihindari, rantai distribusi semakin lancar, dan masyarakat di bumi Cenderawasih bisa mendapatkan pasokan minyak goreng subsidi secara merata dengan harga yang terjangkau. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *