SENTANI-NUSANTARAPOST.ID-Sejumlah Ondofolo dan tokoh adat Sentani mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 serta pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS).
Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat besar para Ondofolo dari wilayah Sentani Timur, Sentani Tengah, dan Sentani Barat yang digelar di Sentani. Pertemuan itu menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif agar seluruh agenda nasional maupun daerah dapat berjalan dengan baik.
Hadir dalam rapat tersebut, Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, Ondofolo Hedam Dasim Kleubeuw, Harly Ohhey, Ondofolo Kampung Sosiri, Boaz asa Enock, Ondofolo Yoka, David R Mebri, Kepala Suku Doyo Lama, Barnabas Nukuboy, Ondofolo Kampung Yobeh, Bernard Felle, Ondofolo Kampung Abar, Cornelis Doyapo, Yo’Ondofolo Babrongko, Ramses Wally, Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, Ondofolo Kampung Putali, Jhon Victor Minum, Ondofolo Puay, Yakob Fiobetauw.
Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, mengatakan menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Hari ini kami menggelar rapat besar dengan tujuan membangun Sentani yang lebih baik. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus berjalan,” ujarnya.
Menurut Yanto, seluruh masyarakat diharapkan menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun ajakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian. Jangan sampai ada aksi-aksi yang membuat situasi menjadi tidak kondusif. Mari bersama-sama menjaga wilayah adat kita demi kemajuan Kabupaten Jayapura,” katanya.
Senada dengan itu, Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan bahwa masyarakat adat Sentani menginginkan wilayahnya tetap aman dan damai. Karena itu, ia mengimbau seluruh warga untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.
“Kami tidak menginginkan adanya tindakan anarkis ataupun kegiatan yang mengganggu ketenteraman di wilayah adat kami. Tanah ini adalah rumah besar kita bersama sehingga semua pihak harus menghormati aturan yang berlaku,” tegasnya. (Redaksi)







