NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah bersama SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) berkolaborasi mendorong pengembangan petani dan komoditas kopi melalui program prioritas Gubernur Papua Tengah, termasuk program satu juta tanaman kopi.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Gubernur Papua Tengah yang berlangsung di Hotel Carmel, Nabire, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan data, program, dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Rafael Heri Nugroho, mengatakan pengembangan kopi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama dalam pembinaan dan pendampingan petani.
“Tujuan kita pada kesempatan ini mendapatkan data dan juga sinkronisasi program dan kegiatan yang ada di kabupaten dan juga yang ada di provinsi untuk mendukung program strategis Bapak Gubernur Papua Tengah,” kata Rafael.
Menurutnya, program satu juta tanaman kopi saat ini dalam proses pelaksanaan melalui dukungan APBD dan APBN. Untuk alokasi APBN, kopi Robusta dikembangkan di Kabupaten Nabire, sedangkan kopi Arabika dialokasikan di Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Puncak Jaya. Sementara dukungan APBD diarahkan ke kabupaten lain yang belum memperoleh alokasi melalui APBN.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah tanaman kopi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani.
“Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas yang sangat berpotensi memberikan penghasilan bagi petani kita,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah bersama SCOPI akan mendorong pembinaan dan pendampingan petani agar pengembangan kopi tidak berhenti pada penyediaan bibit dan penanaman.
Rafael mengatakan pendampingan diperlukan agar tanaman kopi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Setelah produksi berjalan, kolaborasi tersebut juga diarahkan pada penguatan akses pasar bagi hasil produksi petani.
“Kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani agar tanaman kopi ini bisa berhasil tumbuh dan berkembang. Selanjutnya kami akan melakukan akses pasar, termasuk kemungkinan mendirikan pabrik atau fasilitas pengolahan kopi di Provinsi Papua Tengah sehingga dapat menampung hasil kopi dari kabupaten-kabupaten di Papua Tengah,” jelasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan SCOPI, pengembangan kopi Papua Tengah diarahkan secara berkelanjutan, mulai dari pembinaan petani, penanaman, peningkatan produksi, pengolahan hingga akses pasar, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kopi. (Redaksi)













