JAKARTA-NUSANTARAPOST.ID-Bank Indonesia (BI) terus mengakselerasi transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong pelaku usaha naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Komitmen ini diwujudkan melalui tiga strategi utama, yakni penerapan e-farming melalui digital farming, integrasi e-commerce lewat program onboarding pasar digital, hingga penguatan e-financing berbasis Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk mempermudah akses pembiayaan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan pentingnya langkah strategis tersebut saat membuka Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bertema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di Jakarta Convention Center (JICC). Acara ini diikuti secara luas oleh kementerian/lembaga, akademisi, lembaga keuangan, serta UMKM binaan dari seluruh Indonesia, termasuk jajaran UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua.
Sebagai fondasi pendukung, penguatan ekosistem inovasi digital diakselerasi melalui Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Hasil sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis ini menghubungkan para talenta, inovator, industri, dan pemerintah untuk melahirkan solusi digital terapan yang berdaya guna tinggi bagi sektor riil.
Transformasi digital ini sejalan dengan pesatnya adopsi pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hingga Juni 2026, pengguna QRIS secara nasional telah menembus 65,77 juta pengguna dengan 44,86 juta merchant, di mana 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Tren positif ini turut dirasakan di wilayah timur Indonesia. Pada triwulan I 2026, nilai transaksi QRIS di Provinsi Papua dan Daerah Otonomi Baru (DOB) mencatatkan angka Rp2,61 triliun atau tumbuh 7,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), diiringi pertumbuhan jumlah merchant sebesar 12,98 persen (yoy).
Keberhasilan digitalisasi di tanah Papua didorong oleh serangkaian program pendampingan intensif dari KPw BI Provinsi Papua. Di antaranya melalui fasilitasi business matching ekspor bagi UMKM Papua Global Spices serta gelaran Festival Kopi Papua (Feskop) 2026. Ajang Feskop 2026 berhasil menarik sekitar 14.000 pengunjung, membukukan omzet transaksi UMKM sebesar Rp1,13 miliar, nilai transaksi QRIS Rp706,73 juta, dan kesepakatan business matching mencapai Rp2,46 miliar.
Pada pilar perluasan pasar, strategi e-commerce yang dijalankan sejak 2020 hingga 2025 telah mengantarkan 54 UMKM Papua menembus berbagai platform digital. Memasuki tahun 2026, program pendampingan kembali dilanjutkan bagi 50 UMKM baru yang bergerak di sektor kuliner, kriya, fesyen, serta kopi.
Sementara di sisi hulu, efisiensi pertanian ditingkatkan melalui penerapan digital farming pada beberapa kelompok tani (poktan) dan pondok pesantren binaan, seperti Poktan Arpat Jaya, Ponpes Latifah Mubarokah, Poktan Kaipoa, Poktan Karya Makmur, Poktan Maju Jaya, dan Ponpes Al Munawwaroh. Penerapan teknologi ini memungkinkan petani merencanakan masa tanam berdasarkan data cuaca serta mengoptimalkan penggunaan pupuk secara akurat.
Dampak riil transformasi sektor pertanian terlihat pada Kelompok Tani Maju Makmur di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) skema Pengembangan Ekonomi Daerah (PI KEKDA) berupa bantuan sistem irigasi tetes pada tahun 2024, penggunaan air berhasil dihemat hingga 50 persen. Hasilnya, produktivitas panen cabai melonjak dari 4 ton menjadi 5 ton per hektare dengan tingkat kestabilan produksi yang terjaga meski di musim kemarau.
Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, menyatakan bahwa BI akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan mengusung semangat Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu membentuk UMKM Papua yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (Redaksi)







