SINAK-NUSANTARAPOST.ID-Di tengah dinginnya dingin pegunungan Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, embun pagi belum sepenuhnya sirna ketika gelak tawa dan kehangatan menyelimuti markas Sektor Sinak. Hari itu, Minggu (20/9/2026), sebanyak 36 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz-2026 berkumpul dalam suasana yang berbeda dari biasanya. Langkah kaki yang biasa berderap tegas dalam garis patroli, kini melangkah lebih rileks untuk mengikuti agenda khusus: pendampingan psikologi dan aksi humanis.
Dipimpin oleh Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, S.I.K., bersama tim pendamping yang terdiri dari Iptu Reldo Imanuel Indey, Iptu Amelia Mega Kartika Kawilarang, Ipda dr. Robertus Sindhu Guntara, serta Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, kegiatan ini menjadi Oase bagi para prajurit. Di wilayah operasi yang sarat akan dinamika, menjaga kesehatan mental bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.
Dalam sesi yang mengalir komunikatif, tim psikologi mengajak para personel untuk membuka diri, merilis penat, dan saling berbagi cerita penugasan. Bukan sekadar evaluasi, melainkan ruang aman untuk merawat kebersamaan dan menguatkan mentalitas bertugas.
“Personel yang bertugas memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda-beda. Kami ingin memastikan mereka memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling memberikan dukungan, serta memahami pentingnya menjaga kondisi psikologis,” ujar AKBP Andria di sela-sela kegiatan.
Usai mengisi kembali energi spiritual dan psikologis, kehangatan itu tidak berhenti di lingkungan internal. Para personel melangkah keluar, menemui warga Sinak yang tengah beraktivitas. Dengan senyum ramah, mereka menyapa anak-anak dan tetua kampung, berbincang santai, serta membagikan makanan ringan. Momen sederhana ini menjadi jembatan emosional yang meruntuhkan sekat, menghadirkan sosok aparat yang tak hanya tangguh menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai pengayom yang penuh kepedulian.
Dukungan penuh disampaikan oleh Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. Menurutnya, kesiapan personel di lapangan berakar pada kestabilan jiwa dan kemampuan berempati.
“Dengan adanya pendampingan psikologi, kami berharap personel dapat menjalankan tugas dengan tetap menjaga ketenangan, kebersamaan, dan kemampuan berkomunikasi secara baik,” tegas Kaops.
Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketegasan operasional dan kelembutan pendekatan sosial. Menurutnya, interaksi humanis seperti ini adalah kunci utama menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di tanah Papua.
Melalui perpaduan antara penguatan mental di dalam dan kepedulian sosial ke luar, Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sinak membuktikan bahwa keberhasilan tugas tak hanya diukur dari garis patroli, melainkan dari kedamaian yang terpatri di hati para prajurit dan senyum hangat masyarakat yang mereka lindungi. (Redaksi)







