Tokoh Adat Sentani Dukung Program Prabowo-Gibran dan Ucapkan Selamat Atas Dua Tahun Kepemimpinan

SENTANI-NUSANTARAPOST.ID-Tokoh adat Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menyatakan dukungan terhadap berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka juga menyampaikan ucapan selamat atas dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran yang diperingati pada 20 Oktober 2026.

Selain mendukung program pemerintah, para tokoh adat turut mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Pemerintah Pusat kepada tokoh adat dan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus membantu menjawab kebutuhan warga, khususnya masyarakat di kalangan ekonomi bawah.

Dukungan dan apresiasi itu disampaikan Ondofolo Kampung Puay Yacob Fiobetauw dan Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo dalam konferensi pers di Sentani, Kamis (15/10/2026). Keduanya didampingi Ondofolo Kampung Ifar Besar Wiliam Yokhu, Ondofolo Kampung Yobeh Bernard Felle, serta Ondofolo Kampung Kwadeware Nikson Marweri.

Para tokoh adat berharap berbagai program strategis nasional yang telah dijalankan pemerintah terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama masyarakat adat dan warga di kampung-kampung Tanah Papua.

Program yang mereka dukung antara lain ketahanan pangan nasional, termasuk pengembangan kawasan pangan di Merauke, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pembangunan infrastruktur, penguatan layanan kesehatan, bantuan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia mengatakan berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kepemimpinannya perlu terus didorong, terutama program yang memberikan perhatian kepada masyarakat, termasuk masyarakat adat di Papua.

Ia berharap pemerintah memperluas jangkauan pembangunan dan memastikan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Yacob secara khusus menyampaikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

Menurutnya, program tersebut perlu terus didukung meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perbaikan.

“Kalau programnya secara umum, menurut saya sudah sangat baik dan positif. Yang perlu dievaluasi adalah pengelolaannya, supaya dalam pelaksanaan di lapangan tidak lagi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” tegas Yacob.

Ia menilai evaluasi perlu difokuskan pada pengelolaan, pengawasan, serta teknis pelaksanaan agar manfaat program dapat diterima masyarakat secara optimal.

Selain MBG, Yacob mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk pengembangan kawasan pangan di Merauke. Menurutnya, program tersebut harus melibatkan masyarakat adat dan warga lokal agar memberikan manfaat ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

Ia juga menyambut baik program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pelaksanaannya, kata dia, perlu memperhatikan kondisi sosial, budaya, dan geografis masyarakat Papua.

Yacob berharap persoalan yang muncul di lapangan tidak menghilangkan tujuan program pemerintah. Sebaliknya, berbagai kendala tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar program strategis nasional semakin efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menegaskan bahwa program-program pemerintah pada dasarnya perlu didukung, sedangkan hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya harus dievaluasi dan diperbaiki agar tujuan pembangunan tetap tercapai.

“Kami tokoh adat sangat mendukung dan memberikan respons positif terhadap semua program yang sudah dilakukan Bapak Presiden selama dua tahun memimpin negara ini. Kalau ada masalah, hambatan, atau kendala dalam pelaksanaannya, maka hal-hal itu yang perlu diperbaiki. Mungkin metodenya yang harus diubah supaya program tetap berjalan dengan baik,” ujar Septinus.

Dalam kesempatan itu, Septinus turut mengapresiasi pendekatan Pemerintah Pusat yang dinilainya membangun komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya penting untuk menjaga hubungan dengan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah di Papua dalam memahami kebutuhan warga secara langsung.

Ia menilai pola pendekatan yang disertai perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, termasuk melalui penyaluran bantuan sosial, patut menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Menurut Septinus, bantuan yang diberikan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama warga yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mempelajari pola komunikasi dan pendekatan yang dilakukan Pemerintah Pusat kepada masyarakat, kemudian menerapkan prinsip serupa dalam pelaksanaan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Dengan demikian, penyaluran bantuan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan warga yang membutuhkan.

“Ekonomi masyarakat sekarang sangat terpuruk. Karena itu, masyarakat membutuhkan perhatian pemerintah melalui bantuan sosial, baik dalam bentuk bantuan langsung tunai, bantuan sembako dan bantuan dalam bentuk lainnya. Hal ini perlu dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka,” ungkapnya.

Septinus juga mengusulkan agar pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat melibatkan tokoh-tokoh adat secara lebih aktif sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, tokoh adat memiliki pemahaman mengenai kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat di kampung-kampung. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan program dapat membantu pemerintah menentukan prioritas sesuai kebutuhan warga.

“Yang paling penting adalah masyarakat harus diperhatikan. Negara kita bisa kuat dan berjaya karena ada masyarakatnya. Selaku tokoh adat, kami memahami apa yang diinginkan masyarakat. Jadi, mari kita perbaiki kekurangan yang dirasakan masyarakat agar mereka juga bisa merasakan manfaat pembangunan,” tegas Septinus.

Melalui konferensi pers tersebut, para tokoh adat Sentani berharap 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat adat di Papua.

Mereka berharap program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan di Merauke, MBG, Sekolah Rakyat, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus dilanjutkan serta ditingkatkan.

Mereka juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat adat dan warga lokal dalam setiap program pembangunan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, program pemerintah tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke kampung-kampung.

Menutup pernyataan mereka, para tokoh adat Sentani menyampaikan ucapan selamat atas dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diperingati pada 20 Oktober 2026.

Mereka berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pembangunan semakin tepat sasaran, melibatkan masyarakat adat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *