JAYAPURA – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan besar bagi tanah kelahirannya, Papua. Dalam pidato konsolidasi partai baru-baru ini, Bahlil menekankan bahwa kunci utama kesuksesan partai di masa depan adalah konsolidasi total di semua tingkatan.
Tradisi Baru: Ketua Umum Turun Gunung Menjadi Caleg
Bahlil mengumumkan langkah politik yang cukup mengejutkan dengan memutuskan maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua di Pemilu 2029 mendatang. Langkah ini diambilnya untuk memutus tradisi lama dan memberikan contoh langsung kepada para kader di tingkat daerah.
“Bagaimana mungkin kita bisa mendorong pengurus di bawah untuk menjadi Caleg kalau kita tidak memberikan contoh? Saya ingin merubah tradisi yang sudah hampir 20 tahun hilang di Partai Golkar,” ujar Bahlil di hadapan para kader.
Selain urusan internal partai, Menteri Investasi ini juga membawa misi pembangunan yang ambisius. Ia menargetkan bahwa pada rentang tahun 2026 hingga 2027, seluruh kampung di Provinsi Papua yang saat ini belum teraliri listrik akan segera terlistriki sepenuhnya.
Bahlil menegaskan bahwa anggaran untuk proyek “Papua Terang” ini sudah tersedia dan beberapa pengerjaan di wilayah seperti Merauke dan Waropen sudah mulai berjalan.
Misi Rebut Kembali Kursi Gubernur
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengingatkan para kader bahwa sudah 20 tahun Partai Golkar tidak menduduki kursi Gubernur di Papua. Ia mengenang masa kejayaan Golkar saat mendiang Jaap Salossa menjadi Gubernur, dan bertekad mengembalikan kejayaan tersebut.
“Kita tunjukkan bahwa kalau Jakarta bisa kita pengaruhi, masa tanah sendiri tidak bisa kita pengaruhi untuk kebaikan?” pungkasnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Bahlil berharap dengan konsolidasi yang matang, Golkar tidak hanya akan memenangkan kursi di legislatif, tetapi juga kembali memimpin eksekutif di tanah Papua.
Golkar Targetkan Tambah Kursi di Papua, Sang Ketua Umum Siap Turun Gunung Jadi Caleg
JAYAPURA – Partai Golongan Karya (Golkar) mulai memanaskan mesin politiknya di tanah Papua. Sebagai langkah strategis, partai berlambang pohon beringin ini tengah melakukan konsolidasi total, mulai dari tingkat kampung hingga distrik di seluruh wilayah Papua.
Langkah ini diambil guna mencapai target ambisius partai dalam menambah perolehan kursi di legislatif, baik di tingkat DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, maupun DPR RI.
Motivasi dari Kekosongan Kursi DPR RI
Salah satu pemicu utama pergerakan masif ini adalah fakta bahwa saat ini tidak ada perwakilan dari Partai Golkar untuk kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua.
Kondisi ini diakui menjadi cambuk sekaligus motivasi kuat bagi seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat dan mengamankan kursi di Senayan pada pemilihan mendatang.
Ketua Umum “Bernostalgia” di Dapil Papua
Kejutan besar muncul saat Ketua Umum Partai Golkar menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung sebagai Calon Legislatif (Caleg) dari Dapil Papua. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan panggilan untuk memperkuat basis suara partai di wilayah timur Indonesia.
“Saya sebagai Ketua Umum merasa terpanggil untuk ikut nyaleg, dan dapil yang saya tentukan adalah Dapil Papua. Saya ingin bernostalgia di sini,” ungkapnya di hadapan awak media.
Dengan nada penuh percaya diri, sang Ketua Umum mengibaratkan persaingan politik di Papua seperti persaingan “striker” klub sepak bola kebanggaan Papua, Persipura. Ia mengajak semua pihak untuk berkompetisi secara sehat dan membuktikan siapa yang paling layak mendapatkan mandat dari rakyat.
“Kita ini kan semua striker Persipura. Tinggal kita lihat mana striker yang lebih paten. Kita tunggu di 2029,” pungkasnya optimis.







