Kapolda Papua Paparkan Kasus Pembunuhan Hingga Bentrok Warga di Wamena

BERITA UTAMA, HUKRIM473 Dilihat

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan hingga kini pihaknya sedang melakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan dua warga di Wamena Kabupaten Jayawijaya yang mengakibatkan bentrok warga.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Papua ketika melakukan rilis kepada sejumlah wartawan di Markas Polda Papua, Rabu 19 Agustus 2020 malam.

‘’kejadian bermula Pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020 pukul 17.05 Wit bertempat di Jalan Trans Wamena – Tiom telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban an. Ismail Elopere (40) meninggal dunia diduga dilakukan oleh tiga orang warga masyarakat yang belum diketahui identitasnya, Kemudian pada pukul 19.30 Wit bertempat Jalan Safri Darwin tepatnya di Depan Gahara Wamena telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban an. Yairus Elopere (25) meninggal dunia diduga dilakukan oleh lima orang pelaku yang belum diketahui indentitasnya,’’ Kata Kapolda Papua.

Dijelaskan Kapolda, latarbelakang terjadinya dua kasus pembunuhan yang terjadi di Wamena berawal pada bulan Juli 2020 salah satu warga an. Kikay Kalolik (60) yang di duga mengalami ganguan jiwa tinggal di Kampung Meagama hilang dan baru ditemukan tanggal 18 Agustus 2020 dalam keadaan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban merasa yang bertanggung jawab atas meninggalnya korban adalah Kepala Kampung Meagama Bapak Ismail Elopere sehingga warga melakukan tindakan kekerasan terhadap Kepala Kampung hingga meninggal dunia serta penganiayaan terhadap korban an. Yarius Elopere (25) hingga meninggal dunia.

Lanjut mantan Kapolda Sumut ini, kejadian tersebut berlanjut pada hari Rabu, 19 Agustus 2020 pukul 16.20 Wit terjadi bentrok antar warga masyarakat Kampung Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi yang mengakibatkan 10 honai warga terbakar dan 5 orang mengalamj luka akibat kejadian tersebut dan saat ini telah dirawat di Klinik Batalyon 756.

‘’akibat bentrok warga itu sebanyak 10 honai atau rumah adat warga pegunungan terbakar dan 5 orang mengalami luka panah,’’ Tuturnya.

Ditambahkan, saat ini Kapolres dan Dandim serta Bupati telah melakukan koordinasi dengan para tokoh kedua Kampung yang bertikai agar kejadian ini tidak meluas yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Sementara guna mengantisipasi bentrok lanjutan, Polres Jayawijaya di backup Brimob, Kodim 1702 dan Batalyon 756/WMS telah melaukan penyekatan di kedua Kampung tersebut. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *