JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Ketua Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay mengimbau pendukung kedua pasangan calon gubernur Papua, baik BTM-CK maupun MARI-YO tidak terpancing isu yang dapat memecah belah persatuan di tanah Papua.
“Harapan saya kepada masyarakat di Provinsi Papua berpikir secara dewasa, logis, dan baik bahwa apapun keputusan PSU 6 Agustus 2025 merupakan keputusan yang baik jika ada Paslon yang diputuskan sebagai pemenang untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua,”kata Frans Ansanay, Jumat 08/25
Menurut Frans Ansanay, tugas dari masyarakat sudah selesai memberikan hak suara kepada calon gubernur dan wakil gubernur siapa yang bisa memimpin Papua lima tahun kedepan
“Jangan kita para pendukung, Parpol, maupun relawan melakukan tindakan anarkis di lapangan yang mencederai pemilu di Papua. Harus menghargai suara rakyat yang sudah diberikan, jangan suara rakyat dimanipulasi,”ungkap Ansanay .
Dia mengimbau kepada masyarakat di Papua tidak terpancing aksi dari para pendukung kemudian melakukan anarkis.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang tetap menjaga keamanan dan kedamaian di tanah Papua,”ungkapnya.
Politisi partai Golkar itu mengurai ada tiga pola perhitungan cepat dalam pemilu yang meliputi, Exit count, quick count, dan real count.
Dalam perhitungan exit count masing-masing pihak mengklaim calon yang diusungnya menang, exit count juga diambil berdasarkan sampel-sampel suara dari para pemilih yang baru selesai mencoblos. Sementara quick count diambil sampel perhitungan cepat dari masing-masing saksi kontestan di TPS.
“ Dalam quick count sudah bisa diukur kemenangan yang tidak beda jauh dengan real count yang dikeluarkan KPU,”kata Frans Ansanay. (Redaksi)







