JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026. Program ini hadir untuk menjamin ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia selama masa Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Kepala Kantor Bank Indonesia Papua, Warsono, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,16 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 51% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh menguatnya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta konsumsi rumah tangga di Papua.
Untuk memudahkan masyarakat, BI Papua menyediakan layanan penukaran uang di 20 titik lokasi di wilayah Jayapura dan sekitarnya. Layanan ini melibatkan kendaraan kas keliling, loket di kantor perbankan, hingga optimalisasi di 7 Kas Titipan BI yang tersebar di:
• Sorong, Nabire, dan Timika.
• Serui, Biak, Wamena, dan Merauke.
Khusus untuk layanan penukaran langsung kepada masyarakat, BI menyediakan alokasi uang tunai sebesar Rp23,8 miliar dengan paket maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang.
Mekanisme Pendaftaran via Website PINTAR
Guna meningkatkan kenyamanan dan pemerataan, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran terlebih dahulu melalui website resmi PINTAR di laman https://pintar.bi.go.id/.
Pembukaan kuota penukaran dibagi menjadi dua tahap:
1. Tahap Pertama: Dimulai pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIT.
2. Tahap Kedua: Dimulai pada 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIT.
Layanan kas SERAMBI 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 13 Maret 2026.
Edukasi Cinta Rupiah dan Transaksi Digital
Selain memfasilitasi uang tunai, BI Papua terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang Rupiah: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu cermat mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Di sisi lain, Warsono juga mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke transaksi digital seperti QRIS, mobile banking, serta BI-FAST untuk transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal. “Kami berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga selama periode hari besar keagamaan ini,” pungkasnya. (Redaksi)







