Perkuat Ekonomi Wilayah 3T, Bank Indonesia Gelar Kas Keliling di Pelosok Papua

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Bank Indonesia (BI) Papua terus memperkuat penyediaan uang Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di tanah Papua. Sepanjang bulan Februari 2026, BI tercatat telah melaksanakan sebanyak tiga kali kegiatan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar bagi aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 3-4 Februari 2026 di Kabupaten Waropen. Tim Pejuang Rupiah mendarat di Bandara Udara Botawa menggunakan pesawat caravan dan memfokuskan titik penukaran di Pasar Uri serta Bank Papua. Selain melayani penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE), petugas juga memberikan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada warga setempat.

Pada waktu yang bersamaan, tim lainnya menempuh perjalanan menantang menuju Distrik Atsj, Kabupaten Asmat. Setelah menempuh dua kali penerbangan dari Jayapura ke Timika dan berlanjut ke Asmat, petugas harus menggunakan kapal dari Agats menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi. Di wilayah yang memiliki kelembapan udara tinggi ini, edukasi ditekankan pada cara merawat uang agar tidak mudah lusuh akibat kondisi rawa.

Sementara itu, pada 10-11 Februari 2026, layanan kas keliling hadir di Kota Wamena, Papua Pegunungan. Kehadiran BI di wilayah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) guna membantu menekan angka inflasi dan memudahkan transaksi di pasar tradisional. Dengan terdistribusinya uang pecahan kecil, diharapkan daya beli masyarakat dan strategi penentuan harga oleh pedagang dapat berjalan lebih efektif.

Deputi Direktur Bank Indonesia Papua, Warsono, dalam keterangannya menyatakan bahwa BI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk menjangkau seluruh pelosok.

Masyarakat juga diimbau untuk merawat Rupiah dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi) serta berbelanja secara bijak. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *