NABIRE-NUSANTARAPOST.ID-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah kembali menggelar Ibadah Oikumene ASN dan Non ASN sebagai kegiatan rutin bulanan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (13/7), mengusung tema “Muna-Muna Papeda: Di Mana Saja Kita Melayani” dengan subtema “Bagi yang letih lesu dan berbeban berat mari datang kepada Tuhan Yesus” (Matius 11:28).
Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.MPd, yang juga menyampaikan khotbah dalam ibadah tersebut mengatakan, tema yang diangkat menjadi pengingat bahwa setiap aparatur dan masyarakat perlu mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugas pelayanan, terutama di tengah berbagai tantangan pembangunan di Papua.
“Otonomi Khusus hadir karena kepentingan untuk melindungi hak-hak Orang Asli Papua. Karena itu kami memilih firman Tuhan, ‘Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat’, sebab Otsus lahir sebagai jawaban atas berbagai beban yang dihadapi masyarakat Papua,” ujarnya.
Menurut Ketua FKUB, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui doa dan kehidupan beragama.
“Undang-undang sudah ada, peraturan pemerintah juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita menjalankannya dengan tuntunan dan pimpinan Tuhan,” katanya.
Ia menjelaskan, ibadah oikumene yang digelar setiap bulan merupakan bentuk dukungan spiritual terhadap pembangunan di Papua Tengah. Pelaksanaannya dilakukan secara terpisah bagi umat Nasrani dan Muslim, namun tetap mengusung tema yang sama sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Ia juga berharap ASN maupun non-ASN tidak mengikuti ibadah hanya sebagai rutinitas, tetapi mampu menghayati nilai-nilai yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah menjalankan program pembangunan, sedangkan para hamba Tuhan menopang proses tersebut melalui doa, ibadah, dan puasa,” tutupnya. (Redaksi)













