JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengamankan jalannya aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar oleh sejuta elemen masyarakat dan mahasiswa di beberapa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan pada Sabtu (15/8/2026).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Papua tetap terkendali dan kondusif.
“Polda Papua bersama jajaran telah melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum oleh elemen masyarakat dan mahasiswa. Puji Tuhan, alhamdulillah situasi hingga saat ini berjalan dengan baik,” ujar Kombes Pol Cahyo Sukarnito.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPRP dan DPRK yang telah menyerap dan menerima aspirasi dari para demonstran secara kooperatif.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta mengamankan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di seluruh kabupaten/kota wilayah hukum Polda Papua, pihak kepolisian menyiagakan ribuan personel pengamanan.
“Kepolisian Daerah Papua telah menerjunkan kurang lebih 7.000 personel untuk pengamanan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di wilayah ibu kota provinsi maupun kabupaten/kota,” jelasnya.
Meski situasi secara umum terkendali, penyekatan di lapangan sempat diwarnai sedikit gesekan antara pengunjuk rasa dan petugas. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 personel kepolisian mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu saat bertugas.
“Memang sempat ada sedikit gesekan saat dilakukan penyekatan, namun itu hal yang wajar. Tercatat ada sekitar 10 personel yang mengalami luka-luka, dan 6 di antaranya saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara akibat terkena lemparan batu,” ungkap Cahyo.
Menanggapi hal tersebut, Polda Papua mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar maupun ujaran kebencian yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, tidak terpengaruh provokasi atau isu-isu yang beredar di media sosial. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (Redaksi)








