JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Perum BULOG Kantor Wilayah Papua menyiapkan sekitar 32.500 ton beras untuk menjaga ketersediaan pangan di enam provinsi wilayah kerjanya. Langkah antisipatif ini diambil guna menghadapi dampak fenomena El Nino yang mulai mengganggu produksi dan distribusi pangan nasional.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Papua, Ahmad Mustar, mengungkapkan bahwa efek El Nino kini dirasakan hampir di seluruh Indonesia. Papua, yang biasanya tak terlalu dipengaruhi pola perubahan musim secara ekstrem, kini turut merasakan imbasnya.
Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang BULOG pada 10 kantor cabang di wilayah Papua tercatat sekitar 14.200 ton. Selain itu, terdapat sekitar 18.300 ton beras yang tengah dalam proses pengiriman, bongkar muat, maupun berada di pelabuhan. Jika dikumpulkan, total ketersediaan beras mencapai 32.500 ton.
Meski demikian, stok tersebut tidak seluruhnya disimpan sebagai cadangan mati. BULOG mengemban sejumlah amanat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), meliputi penanganan bencana alam, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta program Bantuan Pangan.
Khusus program Bantuan Pangan alokasi Juli hingga September, BULOG Papua telah menyalurkan sekitar 14.995 ton dari target 25.362 ton, atau sudah mencapai 75,42 persen. Penyaluran terus dikejar hingga tingkat kelurahan dan distrik dengan target tuntas pada akhir September.
Proses distribusi pangan di Papua memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi geografis yang sulit dan dinamika keamanan. Untuk mengatasi hal tersebut, BULOG berkolaborasi dengan aparat TNI dan Polri guna mendampingi penyaluran agar tepat sasaran.
Di sisi lain, program beras SPHP terus dipacu hingga Desember 2026 untuk menekan fluktuasi harga di pasaran. Realisasi penyaluran SPHP di Papua saat ini telah menembus angka 16.200 ton.
Guna menjaga ketahanan stok di tengah maraknya penugasan penyaluran, BULOG Papua masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, khususnya Sulawesi dan Jawa Timur. Pasalnya, hasil produksi beras lokal di wilayah Papua belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di enam provinsi tersebut secara mandiri.
Terkait penanganan bencana, BULOG siap menyalurkan CBP begitu menerima permohonan resmi dari pemerintah daerah yang diteruskan melalui Badan Pangan Nasional. Beberapa wilayah terdampak bencana, seperti Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, sebelumnya telah menerima alokasi bantuan beras pemerintah tersebut. (Redaksi)











