JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Sejumlah influencer dan pegiat media sosial di Papua secara resmi menyatakan sikap tegas dalam mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral para konten kreator dalam mewujudkan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Bumi Cendrawasih.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan pegiat media sosial Papua menekankan bahwa keamanan merupakan fondasi tunggal bagi segala bentuk kemajuan di Papua, mulai dari sektor pendidikan, aktivitas sosial, hingga pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Kami menilai stabilitas keamanan adalah kunci utama. Tanpa situasi yang aman, pembangunan dan ruang kreativitas masyarakat tidak akan bisa berjalan maksimal. Oleh karena itu, kami berdiri bersama Polri untuk mengawal kedamaian ini,” ujar salah satu perwakilan influencer dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/1).
Di tengah derasnya arus informasi digital, para influencer ini berkomitmen untuk menjadikan platform media sosial mereka sebagai kanal edukasi. Mereka berjanji akan lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menyebarkan konten, dengan memprioritaskan pesan-pesan yang menyejukkan dan membangun.
Menurut mereka, media sosial harus menjadi alat pemersatu, bukan justru menjadi pemicu perpecahan melalui penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.
Lebih lanjut, para pegiat medsos ini mengajak seluruh lapisan masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menekankan pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya ke ruang publik.
“Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan adalah kunci utama. Kami mengajak seluruh anak muda Papua untuk bersama-sama menjaga persatuan. Mari kita tunjukkan bahwa Papua adalah tanah yang aman, damai, dan penuh potensi,” tambahnya.
Deklarasi dukungan ini diharapkan mampu menciptakan iklim digital yang lebih sehat di Papua, sekaligus memperkuat koordinasi antara elemen masyarakat kreatif dengan aparat kepolisian dalam menjaga kedaulatan dan kedamaian di daerah. (Redaksi)







